Guru Penghina Bupati Menyesali Perbuatannya

TRIBUNNEWS.COM, PANGKEP - Budiman (37), guru SMPN 3 Segeri, Pangkep, mengaku menyesal telah menulis komentar di Facebook, yang membuat Bupati Pangkep Syamsuddin Hamid tersinggung.

Alumnus Universitas Negeri Makassar (UNM) angkatan 1994, mengaku telah meminta maaf kepada bupati melalui Dinas Pendidikan Pangkep.

"Sejak saya dipanggil, saya sudah minta maaf kalau memang saya dianggap salah. Tidak ada faktor kesengajaan dan tendensi apapun, hanya spontanitas. Saya tidak mengira akan heboh seperti ini," jelas Budiman kepada Tribun Timur (Tribunnews.com Network) di Kantor Polres Pangkep, Jalan Cempaka No 1, Pangkep, Jumat (8/2/2013).

Saat ditemui Tribun, ia selesai menunaikan Salat Jumat. Mengenakan kaos oblong biru, ia masih tampak lesu. Sejak Selasa (5/2/2013), ia sudah berada di ruang sel polres, meski permohonan penangguhan penahanan telah dikabulkan. Budiman mengaku tidak pernah disakiti oleh bupati.

"Saya berharap bupati bisa maafkan saya, termasuk orang-orangnya bisa mengerti dan memahami," ujarnya.

Bahkan, saat massa memadati Kantor Dinas Pendidikan Pangkep, ia tidak sempat mendapat pukulan. Bahkan, aparat Polres Pangkep mengamankannya dari amarah massa.

Komentar Budiman yang membuat geger, diposting pada 29 Januari 2013. Ia mengomentari foto mantan Bupati Pangkep, dan membandingkan dengan bupati sekarang. Bahkan, ketika mengajar di kelas pada Senin (4/2/2013), Budiman sempat mengajar selama 10 menit di SMPN 3 Segeri.

Namun, ia segera dipanggil ke Dinas Pendidikan Pangkep. Dengan menempuh 20 kilometer perjalanan, ia tidak memiliki perasaan apa apa akibat ulahnya ini.

Sebelum ulahnya di Facebook, hidup Budiman biasa saja. Ia memiliki istri seorang PNS yang bekerja di kelurahan, dan dua anak yang sehat.

Kariernya pun dikejar dengan memburu persiapan sertifikasi. Di mana untuk mencapai itu, seorang guru harus banyak mengajar. Makanya ia mengajar di dua sekolah, SMPN 3 Segeri dan SMP 2 Pangkajene.

Di SMPN 3 Segeri, Budiman mengajar setiap Senin, Rabu, dan Jumat. Sedangkan di SMPN 2 Pangkajene, ia mengajar setiap Selasa dan Kamis.

Saat ini ia masih masuk PNS golongan III B. Jika saja lancar, ia dengan mudah naik golongan III C.

"Tergantung dari Diknas, pasti ada imbasnya. Saya harap Diknas tidak hubungkan kasus saya ini dengan pekerjaan. Saya kira Pak Kadis orang yang cerdas," tuturnya. (*)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.