Guru Spiritual di Ngawi Perkosa Anak Pasien 200 Kali, Modus Bersihkan Gangguan Gaib

Merdeka.com - Merdeka.com - Berdalih membersihkan aura negatif akibat gangguan gaib, seorang guru spiritual, Joko Isnanto, memperkosa anak pasiennya sebanyak 200 kali. Akibatnya, korban hamil 5 bulan.

Kapolres Ngawi, AKBP Dwiasi Wiyatputera mengatakan, tersangka yang hanya lulusan sekolah dasar ini, mengaku bisa menyembuhkan seseorang dengan metode terapi.

Kasus ini berawal saat ayah korban pada Februari 2020, diketahui menderita sakit akibat gangguan gaib. Saat berkenalan dengan tersangka, bapak korban mengaku dapat disembuhkan oleh tersangka.

"Karena jasanya ini lah, akhirnya korban merasa dekat dengan tersangka. Korban pun menganggap tersangka sudah seperti bapaknya sendiri. Dan tersangka juga mendapatkan kepercayaan dari keluarga korban," ujarnya, Rabu (27/).

Merasa leluasa karena mendapatkan kepercayaan dari keluarga korban, tersangka lalu kerap menemui korban dengan alasan akan memberinya berbagai amalan. Namun, upaya ini rupanya mulai disalahgunakan tersangka.

Berdalih, membersihkan aura negatif yang ada pada korban. Syaratnya, korban harus menuruti semua perkataan tersangka, dan tidak menceritakan kejadian yang akan dialaminya pada siapapun termasuk kedua orangtuanya.

"Bila syarat itu dilanggar, kata tersangka korban bisa mati," tambahnya.

Setelah korban mengiyakan, tersangka pun melancarkan aksinya berkali-kali. Bahkan, korban mengingat setiap bulan tersangka minta jatah antara 15 sampai 20 kali. Secara kalkulatif, tersangka sudah terhitung melakukan 200 kali sejak 2020 hingga 2022.

"Barang bukti yang dapat disita antara lain, 1 buah celana dalam dan kaos warna putih," tegasnya.

Atas perkara ini, tersangka dijerat dengan Pasal 82 UURI No.17 tahun 2016 tentang Penetapan Perpu No 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UURI No.23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi Undang Undang dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal 15 tahun. [rnd]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel