Guru Surabaya Tagih TPP

Laporan dari wartawan Surya Faiq nuraini

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Hingga pengujung tahun ini, tunjangan profesi pendidik (TPP) untuk triwulan keempat atau triwulan terakhir belum cair. Idealnya, TPP ini sudah harus diterima guru sertifikasi paling lambat awal Desember. Namun, hingga saat ini belum ada tanda-tanda dicairkan.

Kondisi membuat resah para guru. Para guru penerima TPP ini kini menagih tunjangan yang menjadi hak mereka.

"Belum Mas. Sampai sekarang TPP triwulan terakhir belum cair," kata Koordinator TPP Wisnu Pradata kepada suryaamco.id, Rabu (12/12/2012).

Wisnu kini menjadi tempat mengadu dan curhat dari seluruh guru penerima TPP di Surabaya dan sekitarnya. TPP sebesar sekali gaji (disesuaikan golongan bagi PNS dan Rp 1,5 juta bagi guru GTT) diterimakan setiap tiga bulanan.

Saat ini seharusnya pencairan untuk periode Oktober, November, dan Desember.

Paling sedikit, setiap guru berhak minimal membawa pulang Rp 18 juta. Bahkan ada guru dengan golongan empat ke atas bisa mendapat Rp 24 juta. Banyak guru yang memanfaatkan TPP ini untuk kebutuhan konsumtif membeli motor atau mobil baru.

"Kami juga kaget, ada informasi bahwa TPP triwulan terakhir ini baru cair pada akhir Desember ini. Itu pun tak menjamin bakal cair betul. Pengalaman sebelumnya pasti molor," tandas Wisnu.

Sementara itu, Kepala Bidang Ketenagaan Pendidik dan Kependidikan Dinas Pendidikan Jawa Timur Nur Srimastutik menuturkan bahwa saat ini pencairan TPP sudah berproses.

"Kita sudah tuntaskan TPP sampai triwulan ketiga. Triwulan empat sudah kita proses. Uang juga sudah ada. Tinggal menunggu pencairan," kata Nur.

Jawa
  • Kapal Kontainer Tenggelam di Perairan Surabaya
  • Kisruh Eks Karyawan KBS Dipaparkan Siang Ini
  • Ribuan Mahasiswa Unsoed Demo Tolak Uang Kuliah Tunggal
  • 12-12-2012 Enam Wanita Lahirkan Bayi Cesar di RSUD Margono
  • Asep Tetap Minta Uang Kembali
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.