Gus Ipul Dukung Kiai Miftah-Mutawakkil Pimpin NU Jatim Lagi

Laporan dari  Mujib Anwar wartawan surya

TRIBUNNEWS.COM,SURABAYA - Aksi dukung mendukung tampaknya tak hanya berlaku di dunia politik praktis. Menjelang Konferensi Wilayah (Konferwil) NU Jatim 24-26 Mei 2013 nanti, aksi dukung mendukung mulai terjadi. Konferwil akan digelar di Ponpes Bumi Sholawat Tulangan Sidoarjo.

Meski belum ada nama-nama kiai yang mencuat ke permukaan untuk menduduki jabatan rois syuriah dan ketua tanfidziyah NU Jatim periode 2013-2018. Namun sejumlah pihak mulai berani menyatakan dukungan kepada duet KH Miftahul Achyar (Rois Syuriah PWNU) dan KH Mutawakkil Alallah (Ketua Tanfidziyah PWNU) untuk kembali memimpin lima tahun ke depan.

Dukungan terhadap incumbent itu disampaikan salah satu ketua PBNU, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, yang juga menjabat Wakil Gubernur Jatim.

Menurut Gus Ipul, ada dua alasan mengapa dirinya mendukung duet Kiai Miftah dan Kiai Mutawakkil Jilid II, yakni keduanya dinilai bisa saling mengisi dan punya waktu yang cukup banyak untuk mengurusi organsisasi dan warga NU.

“Makanya saya sangat berharap duet Kiai Miftah dan Kiai Mutawakkil Jilid II dapat dilanjutkan," tegasnya, Sabtu (2/3/2013).

Dikatakan, dalam pelaksanaan Konferwil NU Jatim, kata Gus Ipul, PBNU akan menjadikan sebagai pilot project terkait penggunaan kembali proses pemilihan rois syuriah dan ketua tanfidziyah melalui mekanisme ahlul halli wal aqdi (Ahwa). Pasalnya, sistem lama yang pernah digunakan pada Muktamar NU di Situbondo 1984 itu dinilai mampu meminimalisir dampak negatif (kemudharatan).

Namun konsep itu akan dipadukan dengan sistem demokrasi ala NU sebagaimana diatur pada Anggaran Rumah Tangga pasal 42.

“Dengan begitu, konsep tersebut akan menjadi konsep baru yang akan dilaksanakan pertama kali oleh PWNU Jatim,"  imbuh Gus Ipul.

Dalam mekanisme Ahwa, seluruh cabang NU di Jatim, kata Gus Ipul akan mengadakan rapat gabungan syuriyah dan tanfidziyah di cabang masing-masing untuk mengusulkan tiga nama calon yang dinilai layak dan patut diusulkan menjadi rois syuriyah dan ketua tanfidziyah NU Jatim kepada panitia Konferwil.

Nah, usulan dari cabang itu lantas ditabulasi panitia, dan hasilnya akan diumumkan secara terbuka saat berlangsungnya Konferwil.

"Sembilan nama yang menempati peringkat tertinggi untuk syuriah maupun tanfidziyah itulah yang ditetapkan menjadi ahlul halli wal aqdi. Tugas mereka memilih rois syuriah dan ketua tanfidz,” terang mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Gerakan Pemuda Ansor ini.

Dijelaskan Gus Ipul, sistem baru tersebut merupakan hasil penyempurnaan pola lama dengan baru. Tujuannya, melaksanakan amanat konstitusi dengan baik dan benar, memilih pemimpin yang punya kompetensi maksimal, menghindari pengaruh ekternal dalam menentukan kepemimpinan, menangkal "riswah" atau suap yang sering disebut dengan "money politics, dan menangkal intervensi eksternal berupa calon dadakan atau calon bayaran.

Jawa
  • Menangkan Pilgub NTT, Benny Harman Tidak Terpengaruh Kasus Simulator…
  • Polisi di Semarang Ikut Program Penurunan Berat Badan
  • Jelang Pengumuman, Kantor KPU Jabar Dijaga Empat Lapis Barikade
  • Harga Durian Jumbo Dipatok Rp 750.000
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.