Gus Udin ajak umat Islam Qunut Nazilah usai serangan di Masjid Al Aqsa

·Bacaan 2 menit

Ketua Bidang Pendidikan dan Kaderisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Saepudin Muhtar alias Gus Udin mengajak seluruh umat Islam melaksanakan Qunut Nazilah usai serangan Israel terhadap jamaah Muslim di dalam Masjid Al Aqsa pada Jumat, 15 April 2022.

"Semoga Allah SWT menolong umat Islam yang ada di Palestina dan juga di belahan dunia lainnya yang saat ini sedang mengalami penindasan," ungkapnya di Cibinong, Bogor, Senin.

Ia mengutuk keras serangan yang menyebabkan 157 jamaah luka-luka, termasuk wanita, anak-anak dan orang tua.

Gus Udin menuntut otoritas zionis Israel untuk menghentikan segala macam bentuk pelecehan terhadap tempat suci umat Islam di Palestina, khususnya Masjid Al Aqsa dan menjamin agar peristiwa serupa tidak terulang kembali.

Baca juga: Kedubes Palestina kutuk serangan Israel di Masjid Al Aqsa

Baca juga: Presiden Turki kecam 'intervensi' Israel di masjid Al-Aqsa

“Otoritas zionis Israel harus mengakhiri segala macam bentuk kekerasan, penindasan dan pembantaian yang ditujukan terhadap rakyat Palestina, juga menjamin dan melindungi hak-hak mereka untuk beribadah,” kata Gus Udin yang juga Dosen Universitas Djuanda Bogor itu.

Menurutnya, tindakan kekerasan Israel tersebut tidak hanya melukai warga Palestina, melainkan juga melukai hati umat Islam di seluruh dunia. Terlebih, penyerangan ini bukan kali pertama terjadi.

“Apalagi Masjid Al Aqsa punya arti penting bagi umat Islam,” ujarnya.

Sebelumnya, Kedubes Palestina dalam pernyataannya di Jakarta, menyebutkan, penyerbuan secara brutal ke Masjid Al Aqsa oleh pasukan pendudukan Israel pada Jumat kedua bulan suci Ramadhan itu merupakan upaya terbaru Israel untuk melakukan proyek “Yudaisasi” di Yerusalem.

Agresi itu juga merupakan upaya mengambil alih tempat-tempat suci umat Islam dan Kristen, seperti di Yerusalem, Hebron, Nablus dan lainnya, oleh kelompok ekstremis Zionis.

Israel mengizinkan dan mendukung kelompok itu untuk berusaha mengubah status quo di Masjid Al Aqsa dan Yerusalem Timur, menurut pernyataan kedubes.

Palestina menganggap eskalasi yang berbahaya ini sebagai provokasi terang-terangan terhadap sentimen seluruh umat dan pelanggaran mencolok terhadap resolusi internasional yang relevan.*

Baca juga: Pendirian negara Palestina solusi satu-satunya konflik Israel: Jubir

Baca juga: AWG kutuk serangan Israel terhadap warga Palestina

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel