Gus Yusuf Usul Polri Patroli Siber Cari Warga Kelaparan Terdampak PPKM

·Bacaan 2 menit

VIVA – Pemimpin pesantren Asrama Perguruan Islam (API) di Tegalrejo, Magelang, Jawa Tengah, Muhammad Yusuf Chudlori alias Gus Yusuf, mengusulkan supaya Polri membentuk tim patroli siber (cyber) khusus untuk melacak warga yang kesulitan dalam memenuhi kebutuhan dasar mereka akibat pandemi COVID-19 dan PPKM Darurat.

Gus Yusuf mengatakan itu kepada sejumlah pejabat tinggi Kepolisian Daerah Jawa Tengah, termasuk Inspektur Pengawas Daerah Kombes Pol Mashudi, saat Polda menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat terdampak PPKM Darurat melalui Pesantren API Tegalrejo, Rabu, 21 Juli 2021.

Dia menceritakan bahwa sebelumnya menerima pesan Whatsapp dari seorang muridnya untuk meminta bantuan karena terdampak pandemi COVID-19 dan PPKM Darurat.

"Saya langsung kepikiran, itu bocah sudah WA ke saya, berarti betul-betul terdampak, gitu lho. Saya langsung komunikasi dengan Polda agar, kalau ada bantuan, disegerakan," katanya.

Atas dasar itu pula dia mengusulkan Polri menggelar patroli siber untuk menemukan warga yang sedang kesulitan seperti yang dialami muridnya. "Ini yang paling penting karena sekarang banyak sekali contoh anak-anak yang orangtuanya isoman (isolasi mandiri) dan para pendatang yang tidak dapat BLT (bantuan lansung tunai),” katanya.

Gus Yusuf mencontohkan agar para pejabat dapat meneladani sifat sahabat Nabi Muhammad, Umar, yang mengutamakan nasib umatnya melebihi kepentingan pribadi sang khalifah. "Pejabat itu jangan tidur sebelum masyarakatnya tertidur pulasl jangan sampai ada masyarakat yang kelaparan.”

Mashudi, mewakili Kepala Polda Jawa Tengah, mengatakan bahwa bantuan itu untuk mengurangi dampak yang dirasakan masyarakat atas pemberlakuan PPKM Darurat.

Bantuan yang didistribusikan oleh Polda Jawa Tengah berupa beras sebanyak 7.500 kilogram untuk masyarakat di Kabupaten Magelang yang secara simbolis diterima oleh Gus Yusuf.

Polda Jawa Tengah telah mendistribusikan sejumlah 385.000 ton beras di seluruh Polres di provinsi dan aparat masing-masing Polres yang akan membagikannya kepada masyarakat yang memerlukan.

Sasaran bantuan, katanya, masyarakat yang tidak mendapat BLT atau bantuan sosial lainnya, seperti pedagang kaki-lima, pedagang di pasar tradisional, pekerja harian, dan lain-lain.

Teguh Joko Sutrisno/Semarang

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel