Gush for Good, Upaya Dorong Industri Ramah Lingkungan Bersama NGO dan Influencer

Fimela.com, Jakarta Isu ramah lingkungan terus digaungkan demi mencapai kehidupan yang lebih baik. Harapannya, masyarakat bisa menerapkan gaya hidup ramah lingkungan di berbagai bidang. Mulai dari fashion, kuliner, produk rumah tangga, dan masih banyak lagi.

Dalam upaya mendorong industri ramah lingkungan, GushCloud meluncurkan program bersama NGO dan influencer yang disebut Gush for Good dengan tema "Eco Lifestyle Influencers Project".

“Gush For Good merupakan platform yang mempertemukan content creator yang memiliki ketertarikan terhadap isu sosial, budaya, dan lingkungan dengan NGO dan asosiasi. Platform ini bukan hanya tempat untuk berdiskusi, melainkan juga tempat untuk mengumpulkan ide menarik yang dapat dieksekusi bersama. Setelah sesi diskusi antara content creator, NGO, dan asosiasi, kami juga memiliki sesi eksekusi ide, yaitu output dari hasil diskusi dan bentuk konkret dalam melakukan sesuatu yang berdampak”, kata Edo Oktorano, Head of Corporate Communication Gushcloud Indonesia.

Melalui program ini, Gushcloud Indonesia memfasilitasi content creator untuk berdiskusi dengan lima NGO dan asosiasi terkait sustainable fashion, sustainable food, sustainable products, dan eco tourism. Hasil diskusi antara para content creator, NGO, dan asosiasi menunjukkan bahwa diperlukan upaya bersama untuk dapat membantu meningkatkan awareness masyarakat terhadap beberapa isu yang menjadi fokus saat ini, contohnya isu ramah lingkungan dan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal.

Sorgum dan kopi

Sorgum bisa menjadi sumber pangan alternatif pengganti beras (dok. Pixabay/ Vijayanarasimha)
Sorgum bisa menjadi sumber pangan alternatif pengganti beras (dok. Pixabay/ Vijayanarasimha)

Salah satu yang didorong dalam program ini adalah Yayasan Keanekaragaman Hayati yang melakukan pembinaan terhadap masyarakat dan komunitas petani di Nusa Tenggara Timur untuk mendorong produksi komoditas pangan lokal, contohnya sorgum dan kopi.

Masyarakat dan komunitas petani diberikan pelatihan untuk melakukan produksi dengan kualitas yang baik, agar kualitas produk yang dihasilkan dapat meningkat, sehingga perekonomian dan kesejahteraan masyarakat dapat membaik. KEHATI bersama content creator Ade Putri, mencetuskan Lomba Kreasi Olahan Sorgum dan Kopi, sebuah inisiasi untuk mengajak masyarakat dalam mengolah sorgum dan kopi menjadi hidangan yang nikmat.

Batik

ilustrasi batik/Andrias Nanda/shutterstock
ilustrasi batik/Andrias Nanda/shutterstock

Selain itu, ada juga batik ramah lingkungan yang dibuat oleh Institut Pluralisme Indonesia (IPI). Batik menjadi fokus kegiatan IPI melalui program Samadaya. Contoh kegiatan yang dilakukan oleh Samadaya adalah pelatihan dalam membuat batik yang berkualitas dan ramah lingkungan.

Agar batik dapat lebih mudah dipadukan dengan tren fashion masa kini, IPI bersama content creator Amalla Vesta dan Elisakh Hagia berkolaborasi dalam mempersembahkan konten Batik Mix & Match. Kedua content creator beda generasi ini akan memberikan rekomendasi padu padan batik dan juga bercerita tentang asal-usul batik yang mereka pakai.

Simak video berikut ini

#Elevate Women

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel