H-1 Lebaran, Kementan Jamin Stok Bawang Merah Aman

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan bawang merah masih tersedia jelang H-1 lebaran. Karena Kementan terlibat langsung mengawal distribusi bawang merah. Terutama dari wilayah surplus ke daerah-daerah minus yang berimbas pada naiknya harga.

"Menjelang lebaran ini, kami pantau langsung kondisi pasokan bawang merah dan distribusinya. Faktanya, masih banyak hasil panen yang ditemui,” ujar Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto dalam keterangannya, Sabtu (23/5/2020).

Menurut Prihasto, selama pandemi Covid-19 ini pihaknya telah mengalokasikan anggaran mendukung pemasaran produk hortikultura termasuk bawang merah.

“Kami fasilitasi biaya ongkos kirim untuk mengirim bawang merah dari sentra surplus ke daerah yang minus. Tujuannya untuk menstabilkan harga dan konsumen tidak terbebani dengan penambahan biaya angkut,” ujarnya.

Sebelumnya saat melepas langsung pengiriman bawang merah di kecamatan larangan, kabupaten Brebes, pada (22/5/2020), pihaknya sudah memberangkatkan bawang merah total 42 ton untuk tujuan Medan (14 ton), Pematang Siantar (14 ton) dan Air Tiris-Riau (14 ton) dari Gudang Larangan-Brebes. Bawang merah tersebut rencana dijual di lokasi pasar tujuan sekitar Rp 40 ribu - Rp 45 ribu/Kg.

 

Harga Bawang Merah di Medan

Petugas melayani warga yang membeli bawang merah dengan harga murah, Jakarta, Rabu (10/8/2016). Kementerian Pertanian menggelar kios pasar murah dengan menjual bawang merah dengan harga Rp 26.000/kg. (Liputan6.com/Yoppy Renato)

Sementara dari pantauan harga bawang merah di Kota Medan dan Riau saat ini berkisar Rp 50 ribu - Rp 60 ribu/Kg. Memang sebelumnya sebanyak 22 ton bawang merah juga telah diberangkatkan dari Cirebon untuk didistribusikan ke Palembang dan Medan. Tujuannya untuk mengguyur pasokan bawang merah di Sumatera Utara untuk menekan harga.

Lebih lanjut Anton menegaskan komitmen pemerintah yang tidak hanya hadir apabila harga produk petani naik. Namun juga memberikan skema tunda jual apabila harga jatuh.

"Untuk bawang merah, selain biaya distribusi kami sudah anggarkan subsidi biaya sewa gudang untuk tunda jual apabila harga berpotensi turun. Kelompok Tani dan Dinas Pertanian yang menyediakan gudangnya, kami yang bayar sewanya," pungkasnya.