H-2 Lebaran, Polri Catat Ada 279 Kecelakaan dengan 39 Korban Jiwa

Merdeka.com - Merdeka.com - Polri mencatat telah terjadi kecelakaan sebanyak 279 kejadian dengan total korban meninggal dunia sebanyak 39 orang dalam sehari, tepatnya pada H-2 Hari Raya Idul Fitri 1443 H, Sabtu (30/4) kemarin.

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Polri Kombes Gatot Repli Handoko mengatakan jika data tersebut dihimpun selama selama 1x24 jam dari pukul 00 sampai pukul 24.00 WIB, di seluruh wilayah Indonesia.

"Data kecelakaan lalu lintas yang terjadi sebanyak 279 kejadian dengan 39 orang meninggal dunia," sebut Gatot dalam jumpa pers, Minggu (1/ 5).

Dari data tersebut, Polri juga mencatat terdapat 45 korban luka berat, lalu 362 luka ringan dengan total kerugian secara materil sekitar Rp500 juta.

Sementara untuk data pelanggaran lalu lintas dalam satu hari tercatat ada 18.677 tindakan dengan rincian 1.954 sanksi tilang dan 16.733 teguran.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah menekankan, seluruh pihak terkait juga fokus untuk mewujudkan mudik yang nyaman dan sehat bagi masyarakat.

Salah satunya dengan mempersiapkan pos pengamanan, pos pelayanan dan pos terpadu telah disiapkan serta bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mendapatkan pelayanan ketika melaksanakan mudik.

"Kita siapkan pos pengamanan, pos pelayanan dan pos terpadu yang bisa dimanfaatkan masyarakat yang kelelahan dan ingin istirahat sehingga telah disiapkan berbagai fasilitas pada pos tersebut. Masyarakat bisa beristirahat dan bagi yang berbuka puasa juga disiapkan takjil. Kami juga berupaya angka kecelakaan selama arus mudik bisa ditekan seminimal mungkin," ucap Sigit usai meninjau Pos Terpadu Rest Area KM 57, Selasa (26/4) lalu.

Lebih dalam, Sigit menegaskan, demi meningkatkan imunitas dan kekebalan terhadap virus Covid-19, pos-pos tersebut juga disiapkan gerai vaksin guna melengkapi hingga dosis III atau booster.

"Tadi saya lihat ada beberapa masyarakat yang memanfaatkan itu. Ini untuk meyakinkan kita semua baik yang mudik atau di daerah tujuan mudik memiliki imunitas sehingga pasca-mudik laju Covid-19 bisa dijaga. Mudik sehat kita bekali booster."

"Sehingga saat bertemu keluarga dan masyarakat, kita sama-sama memiliki imunitas. Mudik nyaman karena jalur rekayasa dan pilihan waktu yang kita siapkan diketahui oleh masyarakat melalui informasi yang akan terus disampaikan melalui berbagai jalur media sehingga masyarakat bisa terhindar dari potensi kemacetan," papar Sigit. [ded]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel