H-3 Lebaran, Harga Ayam Kampung di Semarang Melejit

·Bacaan 2 menit

VIVA - Ketupat opor ayam menjadi menu utama masyarakat Indonesia saat merayakan lebaran. Dan pada hari spesial tersebut, menu opor ayam lebih spesial jika memakai ayam kampung asli, bukan ayam potong biasa.

Makanya, setiap menjelang lebaran, ayam kampung pun banyak dicari, yang membuat harganya pun melejit tinggi. Pedagangnya pun bertambah karena banyak yang jadi pedagang dadakan untuk menjual ayam kampung peliharaan mereka.

Pantauan di beberapa pasar di Kota Semarang, harga ayam kampung hampir dua kali lipat dibanding hari biasa. Salah satu pedagang di Pasar Meteseh Tembalang Kota Semarang mengatakan ia sudah berburu ayam kampung sejak dua minggu lalu.

"Dua minggu sebelumnya saya nyetok dulu, beli di kampung-kampung supaya dapat selisih harga lumayan. Kalau nyarinya sekarang wah harganya sudah nggak masuk," kata pedagang ayam di Pasar Meteseh, Aryani, Senin, 10 Mei 2021.

Baca juga: Jelang Lebaran, Harga Daging Sapi Tembus Rp140 Ribu per Kg

Suyanto beda lagi. Ia yang biasa jualan di pasar memilih berangkat pagi sekali di pasar untuk menunggu warga yang datang untuk menjual ayam peliharaan mereka. Sehingga ia tak perlu repot menyetok dan memberi makan ayam meski selisih harga keuntungannya tidak begitu besar.

"Kalau pagi itu banyak yang datang bawa ayam satu ekor dua ekor gitu. Apalagi ini mau lebaran yang datang lebih banyak. Habis dapat ya kita langsung jual gak perlu repot nyimpen ayam di rumah," katanya.

Harga ayam kampung beda dengan ayam potong broiler. Kalau ayam potong dijual kiloan, kalau ayam kampung dijual ekoran hidup.

Harganya tergantung besar kecilnya ayam. Yang jago dan betina pun harganya beda. Lebih mahal yang jago meski ukurannya sama.

"Yang banyak laku itu ayam jago besar dan ayam betina yang besar juga. Kalau jago sekarang antara 100 hingga 125 ribu per ekor ukuran standar. Kalau yang besar sampai 150 ribu per ekornya. Apalagi yang super bisa 200 ribu. Kalau yang babon (betina) antara 80 sampai 100 ribu," kata Yanto.

Ia menambahkan, harga tersebut jauh di atas harga biasanya. Seperti jago biasanya antara 60 sampai 80 ribu. Kalau yang betina antara 50 sampai 60 ribu.

"Jadi ya sudah hampir dua kali lipat. Ini masih H min 3 lho ya. Kalau sudah mepet lebaran, H min 1 gitu, bisa naik lagi," katanya.

Selain ayam kampung, pedagang juga menjual ayam merah yaitu ayam petelur yang sudah afkir (tidak produktif). Ini untuk melayani pembeli yang merasa kemahalan kalau beli ayam kampung, tapi tetap ingin menikmati opoy dengan rasa yang mendekati ayam kampung. Karena ayam merah harganya memang murah. Per ekornya 60 ribu dengan ukuran setara ayam kampung betina besar.

Laporan: Teguh Joko Sutrisno