Habib Alwi Dihabisi Lantaran Selingkuhi Istri Orang

Laporan Wartawan Surya, Adrianus Adhi

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Pembunuh Habib Alwi (55) pada 30 Oktober lalu akhirnya terungkap. Tokoh ulama ternama di Kabupaten Sampang ini, rupanya dibunuh oleh Mat Luki (55), warga Bolodewo Kelurahan Sidotopo, Semampir, Surabaya.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Hilman Thayib mengatakan, Mat Luki tertangkap di Lumajang saat menginap di rumah keluarganya. "Keberadaannya terendus oleh anggota Resmob Polda Jatim, kemarin tersangka baru kami bawa ke sini untuk diperiksa," kata Hilman di Mapolda Jawa Timur, Rabu (14/11/2012).

Hasil pemeriksaan sementara, pembunuhan itu disebabkan karena rasa cemburuu Mat Luki pada Habib Alwi. Sebab Mat mendengar kabar kalau Habib Alwi menjalin hubungan asmara dengan istri keponakannya. Karena itu ia kemudian mendatangi dua rekannya lagi, yakni M dan S, yang sekarang buron, untuk merencanakan pembunuhan Habib Alwi.

Hilman menambahkan, pembunuhan berlangsung Jumat (30/10/2012), sekitar pukul 08.30 WIB di Sampang, Madura. Kala itu. ada tiga orang tak dikenal yang mendatangi Habib yang sedang mengontrol perbaikan jembatan di kampung. Pemuda itu kemudian membacok dada dan perut Habib.

Selain Habib, pelaku juga membacok Aman, saksi, mengenai kakinya. Usai membacok, seluruh tersangka kabur, sedangkan korban dibawa ke RSUD Sampang.

Akibat perbuatan ini, Mat Luki dijerat pasal 338 dan 440 tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman sampai 12 tahun penjara. Selain menangkap Mat Luki, polisi juga menyita sebuah jimat, clurit dan pisau yang digunakan untuk membunuh Habib Alwi serta ponsel tersangka.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.