Habib Rizieq Klaim Ditawari Tinggal Selamanya di Arab Saudi

Bayu Nugraha
·Bacaan 2 menit

VIVA – Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab menceritakan kisah hidupnya selama 3,5 tahun di Arab Saudi. Dirinya membantah hendak dideportasi oleh Pemerintah Arab Saudi yang membuat dirinya kembali ke tanah air.

Bahkan, Habib Rizieq mengklaim dirinya sempat ditawari tinggal di Arab Saudi selamanya.

"Saya ditawarkan, Habib anda besok mau pulang ke Indonesia atau anda mau tinggal di sini selamanya silahkan," kata Habib Rizieq dikutip VIVA dari Front TV, Rabu, 11 November 2020.

Permintaan tinggal selamanya di Arab Saudi, kata Habib Rizieq, saat dirinya diundang ke Riyadh bertemu petinggi di sana. Dengan hal tersebut, Habib Rizieq membantah bahwa dirinya mempunyai persoalan dengan pemerintah Arab Saudi.

"Jadi bohong kalau saya punya persoalan. Jadi pejabat jangan sembarang bicara, kalau bicara mesti punya data, kalau tidak pakai data pedagang kopi di warung. Kalau pejabat tingkat negara harus punya data jangan sembarangan," ujarnya.

Habib Rizieq pun bercerita, dirinya ditawari tinggal selamanya di Arab Saudi usai pihak otoritas Arab Saudi mengetahui permasalahan yang sesungguhnya menimpa dirinya.

Sebelum mengetahuinya, Habib Rizieq mengakui dirinya mau dibuatkan bayan safar exit permit. Bayan safar, lanjut Habib Rizieq ada dua jenis. Pertama karena melanggar hukum di Arab Saudi dan orang yang dicekal politik seperti yang ia alami.

"Jadi karena mereka menyadari saya tidak bersalah, ini menariknya, mereka sendiri yang mengatakan ya 'anda tidak layak dapat bayan safar karena kalau anda dapat bayan safar nanti catatan overstay nya tidak ilang. Di dalam catatan imigrasi overstay itu tidak hilang, walaupun anda tidak dicekal tapi itu kan catatan buruk anda tidak pantas dapat catatan buruk karena anda tidak bersalah, jadi tidak diberikan itu bayar safar tapi kami perpanjang visa anda'," kata Habib Rizieq menirukan pernyataan otoritas Arab Saudi.

Jadi selama 3,5 tahun tinggal di Arab Saudi, Habib Rizieq menuturkan, dirinya seolah-olah mempunyai visa selama dirinya tinggal di sana. Ia pun mengaku sempat diminta apakah ingin memperpanjang visa. Namun, dirinya menegaskan bahwa ingin kembali ke Indonesia.

"Jadi selama 3,5 itu seolah-olah saya punya visa umurnya 3,5 tahun, tidak ada overstay, mau diperpanjang sampai kapan dia tanya, mau sebulan dua bulan?saya katakan enggak, saya mau pulang tanggal 9 (November) Insha Allah," katanya.

Baca juga: Pabrik Madu Palsu di Kembangan, Keuntungan Rp600 Juta per Bulan