Habib Rizieq Mengaku Terpapar COVID-19 Sebelum Kerumunan Petamburan

Daurina Lestari, Willibrodus
·Bacaan 2 menit

VIVA – Mantan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab mengaku, sudah terpapar COVID-19 di Bandara Soekarno Hatta saat pulang dari Arab Saudi. Rizieq membantah tudingan yang mengatakan bahwa ia tertular akibat kerumunan dalam acara Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar di dekat kediamannya, Petamburan, Jakarta Pusat pada November 2020 lalu.

Rizieq mengungkapkan pernyataan tersebut saat menjawab pernyataan Lurah Petamburan, Setyanto, yang hadir sebagai saksi dalam sidang lanjutan perkara kerumunan Petamburan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Kamis, 22 April 2021.

"Saya sendiri kena COVID-19 mulai di bandara. Bukan di acara Maulid (di Petamburan)," kata Rizieq saat sidang.

Diketahui, Rizieq pulang dari Arab Saudi ke Indonesia melalui Bandara King Abdul Aziz Jeddah pada 9 November. Ia tiba di Bandara Soekarno-Hatta sehari kemudian, yakni pada 10 November 2020 lalu.

Dalam sidang, Rizieq turut menanyakan kabar yang menyebut bahwa Setyanto positif corona usai acara Maulid di Petamburan. Setyanto sendiri sempat dinyatakan positif corona berdasarkan hasil tes PCR di RS Kramat Jati pada 18 November 2020.

Hal itu ia katakan lantaran panitia inti saat acara Maulid, seperti eks Ketua Umum FPI Ahmad Sobri Lubis, Haris Ubaidillah, Ali bin Alwi Alatas, Maman Suryadi, dan Idrus, tak ada yang positif terinfeksi COVID-19.

"Semua ada di pusat kerumunan, ada di atas panggung, berhimpitan, tapi tidak ada satu dari mereka yang terkena COVID-19," ungkapnya.

Menjawab pertanyaan Rizieq, Setyanto mengaku tidak tahu dari mana awalnya bisa terpapar COVID-19. Sebab ia merasa tidak kontak langsung dengan orang yang terpapar COVID-19.

"Saya tidak tahu, karena tidak ada orang COVID-19 yang saya bersentuhan," kata Setyanto.

Setyanto lantas menceritakan, bahwa posisinya saat acara Maulid Nabi Muhammad SAW di Petamburan berada di depan RS Pelni.

"Kira-kira 150 meter [dari lokasi panggung utama]," sebutnya.

"Jadi Pak Lurah tidak ada di tengah kerumunan?" tanya Rizieq.

"Tidak," jawab Setyanto.

Dalam sidang sebelumnya, relawan MER-C bernama Hadiki Habib mengaku, bahwa ia sempat memeriksa kondisi Rizieq di kediamannya di Sentul pada 23 November. Rizieq lantas menjalani tes swab antigen lantaran mengalami demam dan hasilnya reaktif.

Rizieq lalu diminta dirawat di rumah sakit. Dia lalu dibawa ke RS UMMI Bogor. Dokter Nerina, yang bertugas di RS Ummi mengatakan, Rizieq sudah positif terinfeksi COVID-19 berdasarkan keterangan dari Hadiki Habib.