Habib Rizieq Protes, Anaknya Hamil 5 Bulan Tak Bisa Masuk Ruang Sidang

Bayu Nugraha
·Bacaan 2 menit

VIVA – Terdakwa kasus kerumunan, Habib Rizieq Shihab, mengajukan protes kepada majelis hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, lantaran keluarganya tidak bisa masuk ke ruang sidang. Padahal, kata Rizieq, keluarganya mendapatkan izin 3 sampai 5 orang untuk hadir di persidangan.

Habib Rizieq bercerita bahwa keluarganya sudah hadir dari pagi di Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Namun dihalangi di depan gerbang Pengadilan. Rizieq pun tak terima keluarganya diperlakukan seperti itu. Apalagi, salah seorang anggota keluarganya yakni sang putri tengah hamil lima bulan.

"Padahal putri saya sedang mengandung 5 bulan, jadi dalam kondisi seperti itu diperlakukan seperti tadi, secara tidak manusiawi. Makanya akhirnya di bagian ini pun mereka tidak bisa hadir. Jadi saya protes sekarang perlakuan-perlakuan seperti ini, Yang Mulia, bisa dijadikan perhatian majelis hakim Yang Mulia agar tidak terulang," ujar Habib Rizieq di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Selasa, 30 Maret 2021.

Majelis hakim pun menjawab pernyataan Habib Rizieq. Informasi yang disampaikan Habib Rizieq itu akan dikoordinasikan dengan panitia persidangan dan aparat keamanan.

"Baik-baik, terima kasih masukannya, terima kasih informasinya. Itu akan dirapatkan oleh panitia di dalam dengan aparat keamanan," kata hakim.

Selain Habib Rizieq, tim pengacara melayangkan protes. Tim pengacara protes karena dihalang-halangi saat masuk ke PN Jaktim. Padahal, kata tim pengacara, pihaknya sudah memenuhi segala persyaratan untuk masuk ke ruang sidang.

"Pertama kali kami mengapresiasi Yang Mulia sudah mengajukan offline, tetapi dalam pelaksanaan tidak seperti yang diharapkan, Yang Mulia. Kami PH (penasihat hukum) sangat sulit masuk, bahkan tadi pagi terjadi hampir istilahnya kami didorong-dorong. Padahal kami hanya ingin bersidang. Pertama, kami sudah berikan surat kuasa; kedua, kami diminta kartu advokat asli, kami berikan, ketiga, atas nama protokol kesehatan dibatasi kami setuju," kata salah satu pengacara HRS.

"Kemudian disampaikan bahwa penyampaian itu akan mempermudah jalannya persidangan karena diberikan ID card. Sudah menunggu lebih dari 2 jam tidak juga (mendapatkan ID card), bahkan koordinator persidangan kami tidak diizinkan masuk sehingga kami bersitegang," lanjutnya.

Hakim pun menanggapinya. Menurut hakim, hal tersebut hanyalah persoalan teknis. Menurut hakim, kadang petugas di lapangan yang berganti membuat adanya kesalahpahaman.

"Baik kan sudah paham, ini kan persoalan teknis, kadang di lapangan Ini tadi saya sudah cek ke panitia mestinya kan (sidang mulai) jam 13.15, saya cek ini ada masalah teknis petugas itu kan kadang berganti di lapangan, jadi yang mungkin waktu keluar berganti tugas. Jadi nggak dihafal orangnya nanti berkoordinasi aja dengan humas, apakah dia pakai ada kartu atau apa supaya ini ada sinkron antara petugas di dalam maupun di luar. Itu hanya persoalan teknis aja," kata hakim.

Baca juga: Jaksa Marah Disebut Dungu dan Pandir oleh Habib Rizieq