Habib Rizieq Sebut Pangdam Jaya Tak Punya Nyali

·Bacaan 1 menit

VIVAHabib Rizieq Shihab kembali menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur dengan agenda pembacaan pledoi. Dalam sidang tersebut, Habib Rizieq menyebut Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman tidak punya nyali, setelah memberikan pernyataan di Monas, terkait Front Pembela Islam.

Menurut Rizieq, ketika itu, tanpa ada alasan yang jelas Pangdam Jaya mengancam, bahkan menantang FPI untuk berperang. Setelah memberikan pernyataan tersebut, Pangdam Jaya kemudian memerintahkan aparat untuk menurunkan semua baliho ucapan selamat datang Habib Rizieq.

Katanya, ancaman seperti itu harusnya diberikan kepada para separatis di Papua, bukan kepada FPI sebagai organisasi keagamaan.

"Namun, mungkin Pangdam Jaya tidak punya nyali, sehingga kelasnya memang hanya setingkat memerangi baliho," kata Rizieq dalam sidang, Kamis 20 Mei 2021.

Rizieq melanjutkan, pada tanggal 21 November 2020 lalu, Pangdam Jaya secara heroik menurunkan pasukan untuk mencopot baliho ucapan selamat datang HRS.

"Secara heroik menurunkan kendaraan perang lapis baja, hanya untuk mencopot seluruh baliho ucapan selamat datang Habib Rizieq di seluruh Jakarta dan sekitarnya," lanjutnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel