Habib Rizieq Tak Marah hingga Jokowi Jengkel Kerumunan Massa

Bayu Nugraha
·Bacaan 3 menit

VIVA – Pemberitaan mengenai Imam Besar Front Pembela Islam atau FPI, Habib Rizieq Shihab masih menjadi berita terpopuler dan paling banyak dibaca pembaca VIVA. Polemik mengenai ucapan artis Nikita Mirzani yang menyebut Habib adalah seorang tukang obat menjadi kontroversi. Habib Rizieq pun sempat mengomentari pernyataan artis yang memang sering kali menjadi kontroversi.

Selain itu, ceramah Habib Rizieq yang menyebut kata lon** juga menjadi perbincangan di masyarakat. Beberapa pihak menilai, ucapan tersebut tak pantas dilontarkan oleh seorang Habib dan saat perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Pemberitaan lainnya mengenai Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang mengaku kesal dengan pembiaran terhadap suatu kerumunan massa. Berikut lima berita terpopuler VIVA sepanjang Senin, 16 November yang dirangkum dalam round up:

1. Disebut Nikita Tukang Obat, Habib Rizieq: Saya Tidak Marah

Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab ikut mengomentari pernyataan artis Nikita Mirzani yang menyebut dirinya sebagai habib tukang obat jalanan. Hal itu diucapkan Nikita saat live di Instagram pribadinya beberapa hari lalu.

Dalam acara pernikahan anaknya dan Maulid Nabi di rumah Habib Rizieq yang disiarkan langsung di Youtube Front Tv, Habib Rizieq mengaku kecewa dengan aparat kepolisian yang malah menjaga rumah Nikita yang dianggapnya sudah menghina ulama. Bahkan Rizieq pun tak segan memanggil Nikita dengan sebutan lon**.

Baca selengkapnya di sini

2. Staf Khusus Presiden Sebut Pernyataan Habib Rizieq Sangat Tidak Pantas

Staf Khusus Presiden RI, Diaz Hendropriyono, amat menyesalkan dengan pernyataan Rizieq Shihab dengan sebutan ‘lon**' belum lama ini. Menurut Diaz, pernyataan Habib Rizieq itu telah merendahkan banyak pihak.

"Ini bukan hanya penghinaan untuk negara, tapi juga untuk seluruh umat Islam," kata Diaz yang juga disampaikan lewat akun Instagram miliknya, @diaz.hendropriyono, Senin, 16 November 2020.

Baca selengkapnya di sini

3. Selalu Klaim Wakil Istana, Refly Minta Moeldoko Tertibkan Ali Ngabalin

Pakar hukum tata negara, Refly Harun meminta Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko untuk menertibkan Ali Mochtar Ngabalin serta jajarannya yang kerap bicara mengatasnamakan seolah-olah mewakili suara Istana atau Presiden Joko Widodo ke publik.

Ali Ngabalin merupakan Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden yang sering berbicara di stasiun televisi, dan seolah-olah mewakili istana. Bukan cuma Ali Ngabalin, banyak juga tenaga ahli yang mengklaim mewakili istana atau mengatasnamakan Presiden.

Tapi, Moeldoko menyebut kalau pernyataan istana hanya diwakili oleh tiga pejabat yakni Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Moeldoko selaku Kepala Staf Presiden yang juga mantan Panglima TNI.

Baca selengkapnya di sini

4. Jokowi Jengkel Kerumunan Massa Dibiarkan, Jangan Sekadar Imbauan

Presiden Joko Widodo kembali menegaskan bahwa keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi di tengah masa pandemi COVID-19. Wabah virus yang belum berakhir, menurut Presiden, satu-satunya cara adalah menegakkan disiplin protokol kesehatan secara tegas.

Terkait hal ini, Jokowi sudah berulang kali menyampaikannya. Dan, kali ini ia menyampaikan kegusarannya di tengah rapat kabinet.

Baca selengkapnya di sini

5. Jokowi-Megawati Didoakan Umur Pendek, PDIP: Haram, Belum Tentu Dijabah

Viral potongan video di media sosial seseorang yang mendoakan Presiden Jokowi dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri diberi umur pendek. Elite PDIP pun merespons sinis karena doa tersebut bukan harapan baik.

Anggota DPR RI Fraksi PDIP, Rahmad Handoyo, mengingatkan doa adalah salah satu bentuk komunikasi dengan Allah SWT sehingga harus berisi hal-hal yang baik. Kata dia, dengan berdoa memohon keburukan terhadap orang lain, maka doa itu akan berbalik kepada yang mengucapkannya.

Rahmad juga bilang, doa yang jelek belum tentu diijabah Allah SWT.

Baca selengkapnya di sini