Habibie Akan Hadiri Pidato Kenegaraan

Jakarta (ANTARA) - Mantan Presiden Burhanuddin Jusuf Habibie menyatakan, akan menghadiri pidato kenegaraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Gedung MPR/DPR/DPD RI, 16 Agustus 2011.

"Pidato kenegaraan adalah momentum sejarah yang penting, karena itu saya akan hadir," kata BJ Habibie usai menerima Ketua DPD RI Irman Gusman di kediaman pribadinya di Jakarta, Sabtu.

Habibie menyambut baik kunjungan Irman Gusman ke kediaman pribadinya di Jakarta untuk menyampaikan undangan langsung yang meminta kesediaan Presiden ketiga Republik Indonesia itu untuk hadir.

Habibie juga menyatakan bersyukur karena DPD RI bisa menyelenggarakan sidang paripurna pidato kenegaraan bersama dengan DPR RI.

Pada kesempatan tersebut, BJ Habibie juga mengingatkan bahwa keberadaan DPD RI bukan untuk bersaing dengan DPR RI di parlemen tapi untuk melengkapi bagian-bagian yang belum optimal di DPR RI.

"Jadi, keberadaan DPD RI saling mengisi dan melengkapi dengan DPR RI," katanya.

Pada kesempatan tersebut BJ Habibie juga mempertanyakan, jika rapat paripurna pidato kenegaraan diselenggarakan secara bergiliran oleh DPR RI dan DPD RI, bagaimana dengan fungsi dan tugas MPR RI.

Menurut dia, parlemen Indonesia setelah era reformasi terdiri atas MPR RI, DPR RI, dan DPD RI.

"Kalau DPR RI dan DPD RI menyelenggarakan rapat paripurna pidato kenegaran, lalu bagaimana dengan fungsi MPR RI," katanya.

Menurut dia, MPR RI juga memiliki sumber daya manusia dan anggaran.

Jika fungsi dan tugas MPR RI tidak optimal, kata dia, akan mubazir.

Habibie mengingatkan, pada era reformasi rapat paripurna pidato kenegaraan diselenggarakan oleh MPR RI yang dihadiri oleh anggota DPR RI serta angggota fraksi utusan daerah dan utusan golongan.

"Setelah era reformasi, fraksi utusan daerah dan utusan golongan dihapus dan kemudian dibentuk DPD RI yang anggotanya mewakili daerah," kata Habibie.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.