Habibie dan Ainun, Kisah Cinta Hingga Akhir Hayat

Rochimawati, Diza Liane Sahputri

VIVA –  BJ Habibie meninggal dunia pada hari ini, 11 September 2019. Presiden ketiga RI itu menghembuskan napas terakhirnya usai berjuang melawan penyakit jantung di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta.

Tak hanya jabatannya sebagai mantan presiden RI, pemilik nama lengkap Bacharuddin Jusuf Habibie ini turut menyita perhatian masyarakat melalui kisah cintanya dengan istri tercinta, almarhumah Hasri Ainun. Meski telah ditinggal lebih dulu oleh sang istri, BJ Habibie kerap menampilkan dirinya yang masih mencintai ibu Ainun sepenuh hati.

Kisah cintanya tertuang dalam film Habibie & Ainun yang dibintangi Reza Rahardian dan Bunga Citra Lestari. Pada saat itu, dikisahkan BJ Habibie adalah sosok yang jenius dan ahli dengan pesawat terbang. Sementara, Ainun adalah dokter muda cerdas dan cantik. Keduanya bersekolah di SMP yang sama dan bertemu kembali usai tujuh tahun tak saling sapa.

Pertemuan itu membuat BJ Habibie jatuh hati pada Ainun. Namun, Habibie merasa tak dapat merebut hati Ainun dengan paras yang rupawan, apalagi ia berpikir akan banyak pria yang menjadi saingannya.

Tak putus asa, BJ Habibie memberanikan diri untuk menyatakan perasaannya yang ternyata disambut baik oleh Ainun. Menikah di bulan Mei 1962, Habibie langsung memboyong Ainun ikut ke Jerman untuk menyelesaikan impiannya terkait pesawat terbang.

Kehidupan keduanya bukan tanpa gejolak. Ainun bekerja menjadi dokter  dan Habibie bekerja di perusahaan konstruksi. Di perusahaan itu, Habibie bekerja keras melakukan percobaan pada kereta api. Meski sempat gagal, akhirnya Habibie berhasil dengan dukungan dari sang istri.

Selang beberapa bulan, Ainun dinyatakan hamil hingga melahirkan anak pertama dan keduanya di Jerman. Di tèngah kebahagiaan keluarga kecil itu, Habibie menceritakan pada Ainun bahwa ia bersumpah untuk mengandalkan sumber daya manusia di Indonesia menjadi lebih baik. Bukan hal yang mudah tentunya.

Singkat cerita, Habibie dan Ainun kembali ke Tanah Air. Di tahun 1995, Habibie berhasil meluncurkan pesawat perdananya, di mana impiannya untuk memiliki pesawat terbang di Indonesia akhirnya tercapai.

Satu tahun berlalu, sang istri tercinta harus berjuang dengan penyakit pada pernapasan dan denyut jantungnya. Ini yang membuat keduanya kembali ke Jerman di mana Ainun dirawat di sana. Tak berhenti di situ, 10 tahun berselang, Ainun divonis memiliki kanker ovarium stadium 4.

Habibie dengan setia menemani sang istri menjalani operasi. Namun keadaan Ainun kian memburuk hingga pada 12 Mei 2010, Habibie melepas kepergian Ainun. Kisah keduanya yang mengharu biru ini dapat dinikmati melalui film Habibie dan Ainun.