Habibie: Tak cuma kuasai Iptek, pemuda harus punya Imtaq

MERDEKA.COM. Mantan Presiden, BJ Habibie mengatakan, Indonesia membutuhkan tenaga Sumber Daya Manusia (SDM) yang terampil dan unggul di era globalisasi saat ini. Tidak hanya menguasai Iptek, SDM yang dimaksud harus mempunyai iman dan taqwa (Imtaq).

Habibie menambahkan, pembentukan cara berpikir bagi kaum muda sangat dibutuhkan untuk mengantarkan SDM yang terbarukan.

"Maka dari itu, mulailah dari sekarang menguatkan Iptek dan Imtaq itu. Berilah yang terbaik untuk keluarga, bangsa dan agama," ujar Habibie di hadapan ribuan santri, Masjid Pondok Pesantren Modern Islam (PPMI) Assalaam, Solo, Jawa Tengah, Jumat (29/3).

Ribuan santriwan dan santriwati ikut larut saat mendengarkan langsung tausiah yang disampaikan Habibie. Dalam ceramahnya, suami mendiang Hasri Ainun Habibie itu mengatakan, masuk pesantren merupakan poin plus. Sebab ada nilai tambah, baik dari segi Iptek, juga dipastikan mendapatkan pendalaman agama berupa Imtaq.

"Jangan lupa anak-anakku di sini harus bersinergi secara positif. Yakni antara akal dan perasaan agar seimbang dalam kehidupan," terangnya disambut anggukan dan tepuk tangan ribuan santri.

Sementara itu, Direktur PPMI Assalaam, Ma'ruf Rohmat menjelaskan, ada 2.300 santriwan dan santriwati yang mendengarkan langsung tausiah dari Habibie. Tidak hanya memberikan motivasi langsung pada anak didiknya, Habibie diharapkan memberikan keseimbangan spiritual dan moral bagi anak-anak yang lama memimpikan mantan Menristek itu hadir di tengah-tengah mereka.

"Anak didik kami haus Iptek dan Imtaq. Semoga datangnya Pak Habibie bermanfaat bagi anak-anak," pungkasnya.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.