Habis Curhat ke DPR, PSSI Lobi Menpora untuk Izin Liga 1 dari Polri

Robbi Yanto
·Bacaan 2 menit

VIVA – Berharap, berharap, dan berharap. Kata itu selalu keluar dari ucapan Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan. Harapannya cuma satu yakni agar Polri memberikan izin untuk penyelenggaraan Liga 1 dan Liga 2 tahun ini.

Sebabnya, kompetisi musim 2020 yang ditunda sejak Maret lalu sudah resmi dibatalkan. Penyebanya cuma satu. Ya, itu adalah izin dari kepolisian.

Polri bukan tanpa alasan tak memberikan izin untuk bergulirnya kompetisi sepakbola Indonesia. Kasus COVID-19 yang masih meningkat menjadi pertimbangan utamanya.

Kini, PSSI dan operator kompetisi PT Liga Indonesia Baru (LIB) sedang menuyusun perencanaan musim 2021.

Tak mau gagal lagi dapat izin, PSSI menyambangi Menteri pemuda dan olahraga (Menpora), Zainudin Amali, Selasa 2 Februari 2021.

“Perencanaan sudah dibuat oleh LIB, kapan akan bergulir dan pramusimny. Surat permintaan izin sudah kami tanda tangani untuk dikirimkan ke kepolisian, kami berharap kepolisian segera memberikan izin," kata Iriawan kepada wartawan.

Sementara Amali mengatakan, dalam pertemuan tadi Iriawan menjelaskan bahwa surat permintaan izin yang dilaporkan oleh PSSI di antaranya berisi tentang penerapan protokol kesehatan.

Dan, dirinya juga siap untuk menjalin komunikasi secara paralel dengan kepolisian. “Tadi itu dilaporkan kepada kami bahwa mereka (PSSI) tetap berharap mendapatkan izin dan protokol kesehatan akan diterapkan secara ketat," kata Amali.

"Itu intinya, saya akan berusaha komunikasi dengan polisi, itu secara parallel: dari PSSI juga komunikasi dengan polisi kami juga melakukan hal yang sama," sambugnya.

Sebelumnya, Iriawan juga telah melakukan lobi politik agar Liga 1 bisa bergulir kembali.

Dalam sebuah webinar bertajuk Kampus Bicara Bola, Iriawan mencurahkan isi hatinya yang gundah karena Kepolisian tak kunjung memberikan mereka izin keramaian kepada Ketua Komisi X DPR RI, Syaiful Huda.


Padahal PSSI telah merancang sedemikian rupa supaya kompetisi bisa berjalan kembali di tengah pandemi COVID-19.

Ketiadaan kompetisi dikatakannya akan memberi dampak buruk kepada Timnas Indonesia. Belum lagi roda ekonomi yang harusnya berputar sudah terhenti begitu lama.

"Seperti yang kita tahu, bahwa pihak kepolisian belum memberikan izin kepada kami untuk menggulirkan kompetisi. Berbagai daya dan usaha sudah PSSI lakukan agar izin tersebut bisa dikeluarkan," tuturnya.

"Mulai dari merancang protokol kesehatan, skema kompetisi, dan lainnya. Karena sebagaimana kita tahu, tidak adanya liga, tentu menghambat