Habiskan Rp 547 T dan Tak Cuan Bikin Swasta Ogah Garap Tol Trans Sumatera

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Direktur PT Hutama Karya (Persero) Aloysius Kiik Ro menyebutkan, butuh total dana Rp 547 triliun lebih untuk bisa menuntaskan proyek Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) tahap I-IV, yang terdiri dari 24 ruas sepanjang 2.813 km.

"Rencana besarannya, masterplan-nya itu 24 ruas terbentang dari Bakauheni-Aceh sepanjang 2.813 km dengan total project cost Rp 547,159 triliun," kata Aloy dalam sesi webinar, Kamis (9/9/2021).

Melihat angka tersebut, Direktur Hutama Karya Budi Harto mengatakan, pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera memang terhitung tidak layak secara finansial. Dia pun memaparkan tiga kategori proyek infrastruktur dari sudut pandang pembiayaan.

Pertama, jika proyek infrastruktur terbilang layak secara finansial, maka akan didorong kepada swasta untuk dikembangkan. Kedua, apabila infra itu tidak begitu layak secara finansial, maka BUMN atau swasta didorong masuk dengan motif kelayakan.

Ketiga, jika proyek besar tidak layak secara pembiayaan, maka pemerintah akan hadir untuk membangun infrastruktur tersebut.

"Jalan Tol Trans Sumatera ini adalah kategori jalan tol ketiga. Namun secara ekonomi sangat Visibel, karena sangat penting sekali mengembangkan perekonomian di Sumatera," ujar Budi Harto.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Tak Untung

Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Sigli–Banda Aceh seksi 4 (Indrapuri–Blang Bintang) sepanjang 13,5 km.
Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Sigli–Banda Aceh seksi 4 (Indrapuri–Blang Bintang) sepanjang 13,5 km.

Senada, Aloy menegaskan, Jalan Tol Trans Sumatera jika dilihat dari sisi finansial semata memang tidak memberi keuntungan sama sekali.

"Bahkan kita melihat sendiri, 10 tahun yang lalu ditawarkan kepada investor swasta tidak ada yang minat. Berkali-kali tender, karena secara economic itu layak tetapi secara finansial itu kurang dapat diterima oleh private sector," ungkapnya.

Oleh karena itu, pemerintah terpaksa memberikan penugasan kepada BUMN, dalam hal ini Hutama Karya yang mendapat investasi pembiayaan berupa Penyertaan Modal Negara (PMN).

"Ini yang kemudian memungkinkan kita mulai membangun dari 2015 sampai dengan sekarang. Terdiri dari 24 ruas tol, kita fokus saja di tahap I. Tahap I ini direncanakan akan selesai di 2023 memasuki awal 2024 sepanjang 1.065 km, dengan total biaya investasi sebesar Rp 152 triliun," tuturnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel