Hacker Palestina Temukan Bug Facebook

TEMPO.CO, Jakarta - Seorang peretas putih dari Palestina, Khalil Shreateh, menemukan adanya kelemahan (bug) pada situs jejaring sosial populer Facebook. Kelemahan ini memungkinkan dia untuk memposting status pada fitur Wall di akun milik orang lain.

Ini temuan yang penting. Dan sebagai peretas putih, Khalil merasa berkewajiban untuk melaporkan temuannya ini kepada tim insinyur di FB untuk segera ditangani sehingga tidak menimbulkan masalah bagi para pengguna, yang jumlahnya kini mencapai sekitar 1,1 miliar akun.

Untuk setiap laporan yang terbukti, FB memiliki program untuk memberikan penghargaan berupa uang tunai US$ 500 ditambah biaya-biaya.

Setelah menunggu beberapa lama, Khalil mendapat tanggapan dari tim FB bahwa temuannya itu bukanlah masalah. "This was not a bug," demikian bunyi surat tanggapan.

Khalil mengatakan dia mencoba mengingatkan kembali tim insinyur FB bahwa temuanya itu valid. Karena tidak ditanggapi, dia lantas membuktikan temuannya itu dengan menulis pada Wall di akun milik Mark Zuckerberg, yang merupakan salah satu pendiri sekaligus chief executive officer FB.

Dia menulis,"Dear Mark Zuckerberg, Pertama, saya meminta maaf karena menerobos privasi Anda dan memposting di Wall ini. Saya tidak punya pilihan lain karena telah melaporkannya kepada tim di Facebook.

Cara ini ternyata berhasil untuk meyakinkan tim FB, yang lantas meminta informasi detil. Sebelumnya, tim sempat menonaktifkan akun FB milik Khalil. Untuk hadiah, manajemen FB menolak memberikan uang tunai sesuai program karena beralasan tindakan Khalil memposting di Wall milik Zuckerberg melanggar aturan main.

Menurut situs BusinessInsider,"Khalil tidak akan meretas akun Zuckerberg sekiranya mendapat tanggapan serius sejak awal."

BUSINESS INSIDER | BUDI RIZA

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.