Hacker Retas Capcom, Jadwal Rilis Resident Evil Village Bocor

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah informasi internal Capcom diketahui telah dicuri oleh hacker beberapa waktu lalu. Data yang dicuri meliputi data keryawan, data pengguna, informasi keuangan, hingga informasi seputar gim besutan perusahaan tersebut.

Dikutip dari Game Spot, Rabu (18/11/2020), salah satu informasi yang berhasil dicuri adalah soal Resident Evil Village. Bahkan, data soal gim ini sudah beredar di salah satu forum, yakni ResetEra.

Informasi yang cukup menarik adalah daftar peluncuran Resident Evil Village yang akan dilakukan pada April 2021. Selain itu, ada mode multiplayer Resident Evil yang hadir dengan bentuk battle royale.

Lalu informasi lain yang diketahui dari informasi internal perusahaan adalah Monster Hunter Rise akan menyambangi platform gim lain. Padahal, gim ini sebelumnya hanya tersedia ekslusif untuk Nintendo Switch.

Sebagai informasi, dilaporkan Bleeping Computer sebelumnya, grup hacker yang mengklaim bertanggung jawab atas aksi peretasan itu mengaku telah mengunduh data sebesar 1TB.

Usai kejadian, Capcom sempat mengeluarkan pernyataan yang menyebutkan, "Saat ini belum ada indikasi informasi pengguna bocor. Perusahaan juga sedang berkonsultasi dengan polisi terkait kasus tersebut."

Selang dua minggu sejak kejadian, Capcom akhirnya mengungkap informasi terkini soal kejadian peretasan terhadap server miliknya.

Informasi yang Dicuri Hacker

Ilustrasi Hacker (iStockPhoto)
Ilustrasi Hacker (iStockPhoto)

Lebih lanjut, Capcom mengonfirmasi ada sejumlah data pribadi karyawannya yang dicuri oleh pelaku peretasan, seperti nama, alamat, dan informasi passpor.

Selain itu, informasi soal laporan penjualan dan keuangan perusahaan pun dicuri oleh pelaku peretasan. Sementara itu, ada 350 ribu informasi pengguna, partner bisnis, dan lainnya yang ikutan bocor dan dicuri.

Adapun informasi tersebut, termasuk nama, alamat, nomor telepon, tanggal lahir, alamat email, jenis kelamin, dan lainnya.

Sedangkan informasi rahasia perusahaan yang dicuri, antara lain data sales, informasi partner bisnis, dokumen penjualan, dokumen gim yang sedang dikembangkan, dan masih banyak lagi.

Minta Maaf kepada Pengguna

Capcom juga menyebutkan informasi kartu kredit pengguna tidak bocor, karena transaksi pembelian gim ditangani oleh pihak ketiga.

Selain dari itu, gim dan situs perusahaan tidak terkena dampaknya. Capcom juga menyatakan, saat ini sudah meningkatkan keamanan online mereka untuk menghindari kejadian serupa di masa mendatang.

Lebih lanjut, Capcom meminta maaf kepada pengguna karena kejadian peretasan tersebut dan dampaknya.

(Dam/Ysl)