Hadapi COVID-19, Ketua Gugus Tugas Adopsi Konsep 4 Sehat 5 Sempurna

Liputan6.com, Jakarta Bagi sebagian diantara kita yang berusia 30-an tahun ke atas tentu masih ingat slogan makan 4 Sehat 5 Sempurna. Kini, slogan tersebut oleh Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo diadopsi untuk menghadapi virus SARS-CoV-2.

Lalu, apa konsep 4 Sehat 5 Sempurna yang baru?

Dulu, sekitar tahun 1950-an slogan 4 Sehat 5 Sempurna yang dikenalkan oleh Profesor Poorwo Soedarmo berisikan lima kelompok makanan, yakni makanan pokok, lauk-pauk, sayur-sayuran, buah-buahan dan susu. Kini, di era pandemi COVID-19, slogan tersebut diadopsi untuk menghalau virus Corona.

Empat sehat terdiri dari: gunakan masker, jaga jarak (baik physical dan social distancing), rajin cuci tangan dengan sabun, dan olahraga,tidur teratur dan cukup serta tidak panik. Satu pesan yang membuat sempurna yaitu makanan yang bernutrisi.

“Kalau dulu, 4 Sehat 5 Sempurna, karbohidrat, daging, ikan, sayuran, buah-buahan dan susu. Nah ini semuanya masuk pada poin ke-5 (versi Doni),” ujar Doni seperti dikutip laman resmi covid19.go.id.

 

Kepala BNPB Doni Monardo bertemu dengan cucu pencetus slogan 4 sehat lima sempurna, Poorwo Soedarmo, Rini Sekartini. (Dok: BNPB)

Dengan adapatasi slogan 4 Sehat 5 Sempurna tersebut, diharapkan mampu diimplementasikan masyarakat. Tujuannya untuk meningkatkan imunitas tubuh.

Di kesempatan tersebut hadir juga cucu Poorwo Soedarmo yang juga Guru Besar Departemen Ilmu Anak Fakultas Kedokteran UI, Rini Sekarini. Mewakili keluarga, Rini mendukung adapatasi slogan tersebut untuk menghadapi Corona.

Majelis Ulama Indonesia (MUI), kata Doni, sudah merespons slogan tersebut. Kini, MUI tengah membahas lebih lanjut dan detail tentang slogan itu.