Hadapi Gelombang Baru Covid-19, Dua Negara Ini Kembali Lockdown

·Bacaan 1 menit

DREAMERS.ID - Beberapa negara di Eropa diketahui tengah menghadapi gelombang baru Covid-19, setelah sebelumnya berhasil menekan penularan virus corona yang pertama mucul di awal tahun 2020. Bahkan gelombang baru yang sedang dihadapi dikhawatirkan akan lebih buruk daripada gelombang pertama.

Seperti negara Prancis dan Jerman. Prancis yang sempat bisa menekan penularan Covid-19, kembali menghadapi gelombang baru di mana kasus kembali melonjak di atas 36.000 kasus baru setiap hari, dan bahkan mencatat rekor kasus harian tertinggi di dunia.

Jerman yang tidak terlalu terpukul dibandingkan tetangganya di Eropa sejak pertama terjadi penularan virus corona pada awal tahun, kini mengalami peningkatan kasus secara merata. Melansir DetikHealth (29/10), kini dua negara tersebut memilih kembali memberlakukan lockdown untuk menekan gelombang baru penyebaran Covid-19.

Kebijakan tersebut disampaiakan oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Kanselir Jerman Angela Merkel pada Rabu (28/10/2020). "Kita semua berada di posisi yang sama dibanjiri gelombang kedua yang kita tahu akan lebih sulit, lebih mematikan daripada gelombang pertama," ungkap Macron, dikutip dari Reuters.

"Saya telah memutuskan bahwa kita harus kembali ke penguncian yang menghentikan virus," lanjutnya.


Presiden Prancis Emmanuel Macron. Image Source: ID Today

Prancis mulai memberlakukan lockdown pada Jumat pekan ini. Sementara Jerman akan menutup menutup bar, restoran, dan teater mulai 2 - 30 November mendatang.

Pada aturan lockdown ini, Pemerintah Prancis meminta para warganya untuk tetap tinggal di rumah, kecuali kebutuhan mendesak membeli barang-barang penting. Seperti kebutuhan medis atau berolahraga hingga satu jam sekali.

Untuk para pekerja, mereka akan diizinkan untuk pergi bekerja jika perusahaan mereka menganggap tidak mungkin untuk kerja dari rumah. Dan sekolah akan tetap buka. Siapa pun yang meninggalkan rumah, harus membawa surat izin keluar dan diperiksa oleh polisi setempat.

Berita Lainnya :

Sidang Banding Ditolak, Mantan Presiden Korsel Divonis Lebih Berat Atas Kasus Suap

Tahun Depan Tidak Naik, Ini Daftar UMP 2020 34 Provinsi dari Terendah Hingga Tertinggi