Hadapi Pemilu 2024, PKS Terus Lakukan Penjajakan ke Parpol Lain

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Wakil Sekretaris Jenderal PKS Ahmad Fathul Bari mengatakan, partainya terus melakukan penjajakan ke sejumlah partai politik untuk menghadapi Pemilu 2024.

"Komunikasi dan penjajakan terus dilakukan ke berbagai partai, baik secara formal atau informal," kata dia dalam keterangannya, Jumat (14/1/2022).

Ahmad menuturkan, jika sudah mendekati Pemilu 2024, maka PKS akan segera mengumumkan partai mana saja yang akan diajak untuk berkoalisi.

"Jika sudah final dan waktu pemilu sudah dekat, tentu akan disampaikan dalam forum dan waktu yang tepat," ungkap Ahmad.

Dia menuturkan, PKS terus berkomunikasi kepada semua partai politik, terutama yang memiliki kursi di DPR RI.

Adapun, silaturahmi kebangsaan yang sebelumnya dilakukan PKS menjadi salah satu sarana komunikasi formal di awal Kepengurusan DPP PKS periode 2020-2025.

"Setelah itu, pembicaraan yang mengarah ke Pemilu 2024 tentu terus kami lakukan," kata Ahmad.

Akan Bentuk Koalisi

Musyawarah Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memutuskan untuk membangun koalisi berkarakter nasionalis-religius pada Pemilu 2024. Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al-Jufri menyebut, PKS akan membuka diri pada semua parpol, tidak hanya partai islami saja.

"PKS akan membuka diri dan membangun komunikasi dengan seluruh parpol dan para tokoh bangsa untuk membangun titik temu dalam mengusung presiden dan wakil presiden RI yang memiliki karakter nasionalis religius," ujar Salim Segaf Al-Jufri dalam konpers daring, Kamis (13/1/2022).

Terkait parpol mana yang akan didekati, Salim menyebut saat ini masih dalam proses pendekatan dan finalisasi pada tahun 2022.

"Jadi kita lagi terus melakukan pendekatan. Mereka melakukan pendekatan juga, tapi sampai sekarang belum final. Mudah-mudahan dalam dekat terutama di tahun 2022 ini mudah-mudahan sudah ada titik temu," ujar dia.

Selain itu, PKS menginginkan tidak hanya ada dua paslon presiden di Pemilu 2024. Ia menyebut tidak mau kejadian 2019 berulang.

"Mudah-mudahan tidak seperti di 2019 hanya dua calon kita mengharapkan mudah-mudahan ada tiga calon di Pilpres ini sehingga tidak terjadi pembelahan bagi bangsa. Kita sudah on the track nanti akan kita kabarkan lagi jika sudah jelas nama-nama tersebut," tutur Salim.

Reporter: Genantan Saputra/Merdeka.com

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel