Hadapi Perang Malam, China Siagakan Nuklir Pembunuh Kapal Induk AS

·Bacaan 1 menit

VIVA – Brigade Rudal yang berada di bawah komando Pasukan Roket Tentara Pembebasan Rakyat China (PLARF), menyiagakan sejumlah rudal balistik Dongfeng DF-26. Yang lebih menantang, "rudal pembunuh kapal induk" militer China disiagakan pada malam hari.

Menurut laporan yang dikutip VIVA Militer dari Global Times, Pasukan Roket Tentara Pembebasan Rakyat China menggelar latihan peluncuran rudal untuk menghadapi perang malam.

Serangan diarahkan ke sebuah target stasioner di sebuah wilayah yang hingga berita ini diturunkan, masih dirahasiakan. Militer China meyakini bahwa serangan rudal balistik pada malam hari, membawa banyak keuntungan di medan perang.

Sejumlah rudal ditembakkan dalam serangkaian gelombang. Secara manual, pasukan militer China sejumlah rudal pada gelombang pertama. Setelah itu, para prajurit harus segera berpindah ke lokasi peluncuran lain dan memuat ulang rudal.

Seorang operator pemuatan rudal, Sersan Deng Kuan, menjelaskan bahwa latihan ini memberikan pemahaman bahwa pengisian ulang harus dilakukan dalam waktu sesingkat mungkin. Apalagi, situasinya harus dilakukan di waktu gelap.

Oleh sebab itu, proses pengisian ulang rudal membutuhkan banyak pasukan agar meningkatkan akurasi dan efisiensi waktu.

"Kami telah mengadakan latihan malam secara teratur baru-baru, yang berlangsung lewat tengah malam. Mereka menampilkan perubahan acak dari posisi peluncuran dan target," ujar Wakil Komandan Brigade Rudal Pasukan Roket Tentara Pembebasan Rakyat China, Kolonel Jiang Feng.

"Serangan tembakan dilakukan berturut-turut dan relokasi (secara berpindah-pindah)," katanya.

Jiang Feng juga memastikan bahwa tantangan yang harus dihadapi dalam pertempuran malam hari adalah visibilitas. Penembakkan di malam hari. Kurangnya cahaya menyebabkan kurangnya visibilitas yang secara signifikan mengurangi akurasi, jika dibandingkan dengan peluncuran pada siang hari.

Apalagi, rudal balistik Dongfeng DF-26 yang bisa memuat hulu ledak nuklir dirancang untuk menyerang target bergerak. Salah satu target realistis yang bisa jadi sasaran empuk rudal pembunuh ini adalah kapal induk.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel