Hadapi perubahan iklim, Menteri PUPR siapkan "flood resilient city"

·Bacaan 2 menit

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyiapkan flood resilient city atau kota yang tangguh terhadap banjir melalui peningkatan kapasitas sungai maupun pembangunan infrastruktur-infrastruktur sumber daya air dalam rangka beradaptasi dengan perubahan iklim.

"Kita juga menyiapkan minimal adalah flood resilient city, baik dengan memperbesar kapasitas sungai melalui pengerukan, pelebaran maupun dengan pembuatan tanggul," ujar Menteri Basuki dalam Puncak Acara Peringatan Hari Habitat Dunia (HHD) dan Hari Kota Dunia (HKD) 2021 secara daring di Jakarta, Rabu.

Menteri PUPR mencontohkan misalnya Sungai Citarum hulu di daerah Cisangkuy, Jawa Barat yang selama ini banjir setiap tahun yakni wilayah Baleendah dan sebagainya, Kementerian PUPR sudah membuat yang namanya Terowongan Nanjung untuk bisa mempercepat kapasitas aliran Sungai Citarum di Nanjung.

Di samping itu Kementerian PUPR juga membuat sodetan Cisangkuy ke Sungai Citarum, karena banjir di Baleendah juga disebabkan oleh kapasitas debit air dari Sungai Cisangkuy.

Menteri Basuki menyampaikan bahwa Dampak dari perubahan iklim yang paling jelas dan ada hubungannya dengan PUPR adanya perubahan siklus hidrometeorologi, curah hujan yang datang dalam waktu lebih singkat dengan intensitas yang lebih tinggi.

Perubahan siklus ini menyebabkan banyak banjir bandang. Ada banjir, banjir bandang dan tanah longsor yang merupakan salah satu dampak dari perubahan iklim yang terjadi dan ada hubungan langsung PUPR.

"Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sudah memberikan peringatan kepada kita akan adanya La Nina, mereka sudah mengundang kita semua untuk melakukan rapat koordinasi dalam menghadapi La Nina. Inilah tugas kita untuk menyiapkan hal tersebut," katanya.

Dengan Hari Habitat Dunia ini, Menteri Basuki minta semua insan PUPR untuk konsisten menerapkan prinsip-prinsip dasar pelaksanaan dari tema Hari Habitat Dunia. Sehingga nantinya Indonesia benar-benar siap dan terus beradaptasi dengan perubahan iklim ini.

"Kita sebagai Kementerian PUPR ke depan terhadap perubahan iklim ini, saya ingin Kementerian PUPR ini menjadi Kementerian yang fathonah atau menjadi contoh bagi kementerian-kementerian lainnya dalam beradaptasi dengan perubahan iklim," ujarnya.

Baca juga: Menteri PUPR targetkan padat karya TA 2022 serap 665.000 tenaga kerja

Baca juga: Kementerian PUPR fokus program pengentasan kemiskinan dan stunting

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel