Hadiah atau Curian? Inggris Diminta Kembalikan Berlian 500 Karat Great Star of Africa

Merdeka.com - Merdeka.com - Kematian Ratu Elizabeth II pekan lalu mendorong kemunculan pembicaraan anti monarki dan kolonialisme, salah satunya adalah seruan untuk mengembalikan berlian 500 karat bernama Great Star of Africa atau Cullinan I.

Bagi penduduk Afrika Selatan, berlian itu adalah milik mereka dan tidak sah dimiliki oleh Inggris.

"Berlian Cullinan harus dikembalikan ke Afrika Selatan secepatnya," ujar aktivis Thanduxolo Sabelo, seperti dilansir CNN, Kamis (15/9).

"Mineral negara kita dan negara lain terus menguntungkan Inggris dengan mengorbankan rakyat kita," lanjut dia.

Seruan itu bahkan mendapat dukungan dalam petisi online yang ditandatangani lebih dari 6 ribu orang agar Inggris mengembalikan berlian itu.

Vuyolwethu Zungula, anggota parlemen Afrika Selatan meminta kepada pemerintahnya "menuntut reparasi untuk semua kerusakan yang dilakukan oleh Inggris" dan "menuntut pengembalian semua emas, berlian yang dicuri oleh Inggris".

hadiah atau curian? inggris diminta kembalikan berlian 500 karat great star of africa
hadiah atau curian? inggris diminta kembalikan berlian 500 karat great star of africa

Bahkan di saat Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa menulis kalimat bela sungkawa di laman Twitternya, seseorang membajak tweetnya dan menuntut agar berlian Great Star dikembalikan.

Seseorang menulis “apakah Anda bertanya kapan dia (Ratu) akan mengembalikan berlian Afrika Selatan?”. Seorang lagi tulis agar Raja Charles III “tugas utamanya adalah mengembalikan berlian Afrika Selatan”.

Meski banyak seruan agar Inggris mengembalikan berlian itu, tetapi Royal Collection Trust Inggris menjelaskan jika berlian itu diberikan setelah penggaliannya pada tambang milik pribadi di Provinsi Transvaal, Afrika Selatan kepada Raja Edward VII pada 1907.

Berlian yang bentuk aslinya seukuran hati manusia dan 3 ribu karat itu dihadiahkan kepada Raja Edward VII setelah dibeli oleh Pemerintah Kolonial Afrika Selatan. Namun penjelasan ini mendapat penolakan.

Berlian itu dipotong dan dipasang di Tongkat Kerajaan dengan Salib dan di Mahkota Kekaisaran.

“Narasi kami adalah seluruh pemerintah Transvaal dan Persatuan Afrika Selatan dan sindikat penambangan yang bersamaan adalah ilegal,” jelas Everisto Benyera, profesor Politik Afrika di Universitas Afrika Selatan.

“Menerima berlian curian tidak membebaskan si penerima. The Great Star adalah berlian darah ... Perusahaan swasta (pertambangan), pemerintah Transvaal, dan Kerajaan Inggris adalah bagian dari jaringan kolonial yang lebih besar,” lanjut dia.

“Ratu Inggris telah memamerkan (berlian) ini selama lebih dari setengah abad,” kata Leigh-Ann Mathys, juru bicara Partai Pejuang Kebebasan Ekonomi (EFF).

Mathys juga mengatakan Inggris mencuri tanah dan tambang milik orang asli Afrika.

"Kami tidak meminta pengembaliannya, karena ini menyiratkan ada perjanjian yang sah dalam hal keluarga kerajaan Inggris meminjam berlian. Itu adalah milik mereka murni sebagai hasil dari kegigihan kolonial yang mencekik penduduk asli di negara ini dan di tempat lain,” kata Mathys.

Reporter Magang: Theofilus Jose Setiawan [pan]