Hadir di Duren Tiga, Bharada E Dikawal Melekat selama Rekonstruksi

Merdeka.com - Merdeka.com - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menyatakan Bharada Richard Eliezer atau Bharada E hadir dalam rekonstruksi di tempat kejadian perkara (TKP) Saguling dan Duren Tiga, Jakarta, dengan pengawalan ketat penyidik dan LPSK.

"Bharada E hadir di rekonstruksi hari ini," kata Juru Bicara LPSK Rully Novian saat dikonfirmasi di lokasi rekonstruksi Duren Tiga, Jakarta Selatan, Selasa (30/8).

Rully menegaskan, LPSK memberikan perlindungan melekat kepada Bharada E selama pelaksanaan rekonstruksi mulai dari keluar rumah tahanan, masuk ke mobil, hingga perjalanan tiba di TKP rekonstruksi di Saguling dan Duren Tiga.

Menurut Rully, sudah menjadi kewajiban Bharada E selaku tersangka untuk hadir memberikan kesaksiannya dalam rekonstruksi tersebut.

Ia memastikan LPSK memberikan perlindungan secara melekat kepada Bharada E yang berstatus sebagai saksi pelapor atau justice collaborator.

"Kan bayaran atas perlindungan itu adalah memberikan keterangan dengan baik dan bagaimana memberikan keterangan dengan baik itulah salah satu caranya," kata Rully.

Tim Khusus (Timsus) Polri memastikan bakal menghadirkan Bharada E alias Richard Eliezer dalam rekonstruksi kasus pembunuhan, Brigadir J di tempat kejadian perkara (TKP) rumah pribadi dan rumah dinas Ferdy Sambo, Duren Tiga.

"Info dari penyidik kemarin tetap dihadirkan," kata Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Dedi Prasetyo saat dikonfirmasi, Selasa (30/8).

Adapun terkait kehadiran Bharada E sempat dikhawatirkan pihak Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) karena berkaitan tekanan psikis. Namun, terbaru ini LPSK turut memberikan pengamanan melekat kepada Bharada E.

"Ya perlindungan melekat 24 jam artinya dari keluar rutan, bawa ke mobil bawa ke Kita kawal masuk ke mobil, kelolasi kontruksi kita amankan kita kawal lagi di dalam rekonstruksi kita kembalikan ke rutan," kata Juru Bicara LPSK Rully Novian saat dikonfirmasi.

Meskipun saran peran pengganti sempat diberikan LPSK, namun Rully menyampaikan bahwa terkait keputusan itu tergantung dari keputusan penyidik.

"Ya ga lah kan wilayahnya penyidikan kan tujuan pembuktian malahan konteks rekonstruksi tentunya bharada e punya kewajiban untuk memberikan keterangannya," tuturnya.

Adapun saat ini, berdasarkan pantauan merdeka.com di lokasi rekontruksi saat ini Timsus telah memulai proses di rumah pribadi Ferdy Sambo, jalan Saguling untuk selanjutnya proses rekonstruksi akan dilakukan kembali di rumah dinas Komplek Perumahan Polri.

Seperti dikeyahui, hari ini penyidik Bareskrim Polri mengelar rekonstruksi pembunuhan berencana Brigadir J di TKP Saguling II dan Duren Tiga Nomor 46. Kegiatan direncanakan mulai pukul 10.00 WIB.

Pantauan di lapangan, petugas sudah bersiap-siap di TKP Sanguling, tampak hadir anggota Brimob, Tim Inafis, penyidik, dan tim Humas Polri.

Proses rekonstruksi ini dihadiri penyidik, para tersangka didampingi pengacara masing-masing, jaksa penuntut umum, Kompolnas, dan Komnas HAM.

Kelima tersangka, yakni Irjen Pol. Ferdy Sambo, Bharada Richard Eliezer, Bripka Ricky Rizal, Kuat Ma'ruf, dan Putri Candrawathi.

Terpisah, pengacara Bharada E, Ronny Talapesy menyatakan hadir untuk mendampingi kliennya menjalankan rekonstruksi.

"Ya betul hadir," kata Ronny. [ded]