Hadir di iOS, Fitur Aplikasi Facebook Gaming Tidak Lengkap

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Facebook menambah daftar perusahaan yang dibuat kesal dengan aturan ketat soal aplikasi dan gim yang dapat masuk ke dalam platform iOS. Alasannya, aplikasi Facebook Gaming tidak bisa menghadirkan deretan gim yang seharunsnya ada di dalam aplikasi tersebut.

Seperti dikutip dari Engadget, Sabtu (8/8/2020), dengan aturan ketat yang diterapkan Apple, aplikasi Gaming dari Facebook hanya dapat digunakan sebagai aplkasi streaming dan platform sosial saja. Padahal, ada sejumlah gim yang disertakan dalam aplikasi tersebut.

"Sayangnya, kami harus menghilangkan fungsi gim seluruhnya di dalam aplikasi untuk mendapatkan izin Apple, yang berarti pengguna iOS memiliki pengalaman lebih inferior ketimbang yang memakai Android," tutur COO Facebook, Sheryl Sandberg.

Keputusan untuk menghilangkan fungsi gim dalam aplikasi ini tidak lepas dari aturan ketat yang memang diterapkan Apple. Jadi, seluruh aplikasi maupun gim yang hadir di App Store harus diulas satu per satu lebih dulu oleh Apple.

Sementara pada aplikasi Gaming, gim merupakan bagian dari platform tersebut dan tidak dirilis melalui App Store. Sebagai informasi, kehadiran aplikasi Facebook Gaming memang sempat molor di iOS, sebab Apple beberapa kali menolak karena dianggap belum sesuai aturan.

Padahal, fungsi gim di dalam aplikasi Facebook Gaming tidak besar. 95 persen aktivitas dalam aplikasi ini adalah menjadi platform streaming atau hosting gim yang dilakukan pengguna, tapi alasan itu tetap ditolak Apple.

Layanan Cloud Gaming Bakal Absen di Platform iOS, Ini Alasannya

Google Stadia. (Doc: Stadia)
Google Stadia. (Doc: Stadia)

Sebagai informasi, layanan cloud gaming, seperti Microsoft xCloud dan Google Stadia, disebut-sebut akan menjadi platform masa depan. Alasannya, dengan layanan ini, akses bermain gim dapat dilakukan dari banyak perangkat, tak terkecuali perangkat mobile.

Namun dari pernyataan terbaru, dua layanan cloud gaming tersebut kemungkinan tidak dapat dinikmati oleh pengguna perangkat iOS dari Apple. Sebab, layanan semacam ini dianggap melanggar aturan App Store.

Oleh sebab itu, baik Google Stadia dan kemungkinan besar Microsoft xCloud nantinya tidak akan tersedia untuk perangkat besutan Apple. Adapun keputusan ini diambil, menurut laporan Business Insider, disebabkan Apple tidak dapat meninjau terlebih dulu konten yang ada di dalamnya.

"Seluruh aplikasi yang tersedia di toko selalu diulas terlebih dulu dengan mengikuti pedoman yang ditujukan untuk melindungi pengguna dan menghadirkan kesetaranan bagi pengembang," tulis Apple dalam pernyataannya, seperti dikutip dari The Verge, Jumat (7/8/2020).

Seperti diketahui, kedua layanan tersebut memang mengandalkan sistem komputasi cloud untuk memungkinkan pemain mengaksesnya. Selain itu, gim yang dihadirkan memang dihadirkan dalam satu toko aplikasi tersendiri.

Salah satu pihak yang berkomentar mengenai keputusan ini adalah Microsoft. Menurut perusahaan tersebut, saat ini mereka belum memiliki solusi untuk menghadirkan layanan xCloud ke iOS melalui App Store.

Bahkan, dalam pernyataannya, Microsoft mengatakan Apple telah menolak manfaat yang ditawarkan layanan cloud gaming bagi para konsumen dengan masih menerapkan aturan semacam ini. Kendati demikian, perusahaan masih berupaya menghadirkan Xbox Game Pass di iOS.

"Kami percaya pelanggan harus menjadi inti dari pengalaman bermain, sehingga mereka yang akan memberi tahu ingin bermain, terhubung, berbagi di mana pun mereka berada. Kami setuju," tutur Microsoft.

Apple Arcade Resmi Rilis, Gandeng Konami dan Penerbit Gim Lainnya

Tim Cook di panggung acara setelah Apple Arcade diperkenalkan. Kredit: YouTube resmi Apple
Tim Cook di panggung acara setelah Apple Arcade diperkenalkan. Kredit: YouTube resmi Apple

Di sisi lain, Apple sendiri sudah memiliki layana gim untuk perangkat iOS yang diberi nama Apple Arcade. Untuk layanan ini, Apple menggandeng banyak penerbit gim, antara lain Konami, Capcom dan Annnapurna Interactive.

Disebutkan bahwa ada lebih dari seratus gim di Apple Arcade dan Apple menjanjikan akan menyediakan gim baru setiap bulan. Hal menarik lain dari Apple Arcade adalah gim-gim di layanan ini akan dapat dimainkan secara luring (offline).

Selain itu, gim-gim di Apple Arcade tidak akan disisipi oleh iklan. Kemudian yang tak kalah penting, Apple menyebut tidak ada in-app purchase di layanan ini.

Soal ketersediaan, pengguna akan dapat menjajal Apple Arcade pada pekan depan, tepatnya 19 September. Apple memberi tawaran menarik berupa uji coba gratis selama satu bulan. Setelahnya pengguna hanya perlu merogoh kocek senilai 4,99 USD.

(Dam/Ysl)