Hadiri Panen di Malang, Jokowi Tegaskan RI Tak Perlu Impor Beras

Raden Jihad Akbar, Eduward Ambarita
·Bacaan 1 menit

VIVA – Presiden Joko Widodo menghadiri panen padi di Kabupaten Malang, Jawa Timur. Kehadiran Jokowi langsung ke area persawahan yang saat ini memasuki masa panen untuk memastikan kebutuhan pangan masyarakat terpenuhi.

Jokowi menegaskan, hingga saat ini belum ada rencana Pemerintah untuk impor beras.

"Oleh sebab itu kita tidak perlu yang namanya impor, tapi hitung-hitungannya memang harus pasti. Karena ini menyangkut masalah perut, masalah makan rakyat itu dari sini," kata Jokowi di lokasi, Kamis 29 April 2021.

Baca juga: Kasus COVID-19 Klaster Kantor Naik, Menaker Wanti-wanti Perusahaan

Jokowi juga dalam kesempatan itu menyaksikan masa tanam padi yang sudah berjalan dua atau tiga kali di wilayah tersebut. Dan, dia ingin produktivitas area tanam lebih optimal.

Karenanya, ia ingin adanya perguruan tinggi terjun lebih dalam lagi guna meningkatkan hasil padi dari para petani.

Buktinya saja, baru dari satu hektare area itu, gabah yang dihasilkan mencapai 12 ton. Dan ini disebutkan hasil dari padi varietas IPB 3S.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, padi varietas IPB-3S merupakan padi varietas baru hasil pemuliaan Hajrial Aswidinoor, periset di Institut Pertanian Bogor.

Varietas ini merupakan hasil perkawainan jenis Fatmawati sebagai induk jantan dan galur unggul IPB-d-10s-1-1-1 sebagai induk betina. Adapun diketahui penamaan Fatmawati adalah padi yang dirilis Kementerian Pertanian pada tahun 2003.

"Ini hasil yang bagus sekali dan nanti akan saya tindak lanjuti dengan IPB," sambung Presiden.

Pada kesempatan itu, turut hadir Ketua DPR Puan Maharani, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Jokowi juga dimintai bantuan oleh para petani agar memberikan traktor dan alat-alat yang berkaitan dengan produktivitas, baik saat menanam maupun memasuki masa panen.

"Ini akan kita penuhi, sangat dibutuhkan sekali oleh para petani di sini," kata Jokowi.