Hadirnya ETLE Bukan Berarti Tak Ada Razia

Krisna Wicaksono
·Bacaan 1 menit

VIVA – Hari ini Polri meresmikan pengoperasian Electronic Traffic Law Enforcement atau ETLE secara nasional tahap pertama, di 12 wilayah Polda yang ada di Indonesia.

Sebanyak 244 unit kamera pengawas yang dipadukan dengan teknologi perangkat lunak berbasis artificial intelligence, internet of things dan big data, dipakai untuk mencatat adanya pelanggaran lalu lintas di jalan raya.

Nantinya setiap pelanggaran akan direkam, dan kemudian buktinya dikirim ke yang bersangkutan. Proses ini dianggap efektif, karena tidak lagi ada interaksi antara petugas dengan pengguna jalan.

“Ke depan, polisi lalu lintas tugasnya mengurai kemacetan, menolong kecelakaan lalu lintas, sehingga penyalahgunaan kewenangan dapat dihindari,” ujar Kapolri, Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo di Gedung NTMC Polri, dikutip VIVA Otomotif, Selasa 23 Maret 2021.

Meski demikian, Kepala Korps Lalu Lintas Polri, Irjen Pol Istiono menjelaskan bahwa pihaknya akan tetap melaksanakan tilang semi otomatis dengan skala prioritas.

“Ada sebagian titik tertentu diterapkan ETLE, tapi masih titik tertentu belum. Jadi, tilang manual tetap dilakukan dengan skala prioritas,” tuturnya.

Proses semi otomatis yang dimaksud, kata Kakorlantas yakni pelanggaran akan diabadikan dengan kamera. Namun, proses penindakannya masih dilakukan memakai cara lama

“Tilang manual diperbolehkan, asalkan semua buktinya sudah lengkap. Jadi, tidak bisa mengelak, termasuk anggota kami juga,” ungkap Kakorlantas.

Hal senada juga diungkapkan oleh Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Yuliyanto, yang mengatakan bahwa daerah dengan angka pelanggaran tinggi dan belum dijangkau ETLE masih akan diberlakukan razia.

“Razia di jalan itu melihat kebutuhan. Daerah-daerah yang memang pelanggarannya tinggi, memang razia masih akan dibutuhkan,” jelasnya.