Hadirnya Rasa Kesepian Jangan Dibenci, tapi Peluk Dirimu Lebih Erat Lagi

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Di bulan Oktober yang istimewa kali ini, FIMELA mengajakmu untuk berbagi semangat untuk perempuan lainnya. Setiap perempuan pasti memiliki kisah perjuangannya masing-masing. Kamu sebagai perempuan single, ibu, istri, anak, ibu pekerja, ibu rumah tangga, dan siapa pun kamu tetaplah istimewa. Setiap perempuan memiliki pergulatannya sendiri, dan selalu ada inspirasi dan hal paling berkesan dari setiap peran perempuan seperti tulisan Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam Lomba Elevate Women: Berbagi Semangat Sesama Perempuan di Share Your Stories Bulan Oktober ini.

TERKAIT: Saling Menguatkan di Situasi Pandemi dengan Membuat Sabun dari Minyak Jelantah

TERKAIT: Menjadi Ibu yang Bekerja sebagai Tulang Punggung Keluarga, Hatiku Harus Lebih Tegar

TERKAIT: 5 Tips bagi Perempuan yang Ingin Melepaskan Cinta yang Tak Bisa Dimiliki

***

Oleh: Anisa Lestari

Aku adalah orang yang selalu mengutamakan kepentingan orang lain dibandingkan dengan kepentinganku sendiri. Aku juga selalu ingin membuat orang-orang terdekatku bahagia. Sehingga aku selalu berusaha untuk menyenangkan mereka meskipun aku harus mengorbankan kebahagian diriku sendiri.

Lama-kelamaan aku sering terjebak dalam rutinitas untuk selalu ada untuk mereka sampai melupakan diriku sendiri. Entah berapa kali aku merasa sangat kehilangan diri sendiri dan merasakan kelelahan baik fisik maupun mental. Saat itu aku selalu berpikir selama mereka bisa tersenyum bahagia maka itu juga akan menjadi kebahagian untukku.

Namun ternyata pemikiran tersebut keliru, karena mereka beberapa kali sempat mengabaikan aku ketika kita sedang bersama seakan aku tak ada. Tapi aku berusaha menyakinkan diri bahwa mungkin mereka lupa karena mereka terlalu asyik dengan urusannya. Tak jarang hal ini sering membuatku kesepian meski tengah berada dalam keramaian.

Berdamai dengan Rasa Kesepian

Berdamai dengan kesepian./Copyright shutterstock.com/g/wolfstudiobkk
Berdamai dengan kesepian./Copyright shutterstock.com/g/wolfstudiobkk

Saat aku sedang berada dalam kesulitan aku meminta mereka untuk menyemangatiku seperti yang aku lakukan kepada mereka. Tapi mereka bilang bahwa selama ini mereka tidak pernah menyuruh aku untuk melakukan apa yang selama ini aku lakukan untuk mereka. Jadi mereka tak bisa melakukan apa yang aku minta.

Rasanya begitu sakit saat melalui masa-masa sulitku sendiri. Aku merasa sangat kesepian ketika tidak ada satu pun orang yang dapat mengerti aku. Tak ada satu orang pun yang memeluk aku untuk menenangkan aku bahwa semuanya dapat kulalui.

Akhirnya aku sadar bahwa memang benar mungkin mereka tidak pernah meminta aku untuk membahagiakan mereka. Jadi selama ini aku terlalu fokus pada orang lain dan tidak peduli dengan diri sendiri, aku abai dengan kebahagianku sendiri. Dan secara tidak sadar selama ini aku berharap mereka memberi sebanyak yang sudah kuberi.

Aku menyadari bahwa kehidupanku baik senang maupun sedih adalah tanggung jawabku sendiri. Kenyamananku harus aku ciptakan sendiri maka aku mulai melihat ke dalam diriku dan tertarik untuk mengenalnya lebih dalam lagi serta mencintainya sebelum aku mencintai orang lain. Karena sejatinya teman terbaik itu adalah diri sendiri dia adalah orang yang paling mengenalku, orang yang paling memahamiku, dan seseorang yang akan terus ada menemaniku saat orang-orang pergi meninggalkan aku.

#ElevateWomen

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel