Hah... Meriam Bellina dan Hotman Paris Sudah Damai Lagi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Artis senior Meriam Bellina memutuskan berdamai dengan pengacara tersohor Hotman Paris Hutapea. Saat mediasi hari ini, keduanya terlihat saling memaafkan.

Namun begitu, perdamaian ini tak lantas dilakukan begitu saja. Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Hotman Paris diminta menyepakati perjanjian yang diajukan Meriam. "Perjanjian sudah ditandatangani oleh keduanya. Perjanjian damainya sendiri ditandatangani pada Kamis 26 April kemarin dan disepakati keduanya, Meriam Belina dan Hotman Paris," ucap ujar kuasa hukum Merian, Dwi Ria Latifa saat mediasi di Hotel Atlet Century, Senayan, Jakarta, Senin (30/4).

Hotman pun, kata Dwi, telah meminta maaf kepada Meriam. Permintaan tersebut menjadi salah satu yang disyaratkan dalam perjanjian. Tak hanya Hotman, Meriam pun juga meminta maaf atas ketidaknyamanan yang mereka rasakan selama ini.

Perdamaian ini serta merta membuat kasus pertikaian keduanya selesai. Pasalnya Meriam telah mencabut laporannya dari Polda Metro Jaya. "Adanya perdamaian ini membuat keduanya saling membebaskan satu sama lain dan tidak akan melaporkan secara perdata di kemudian hari," katanya.

Dirinya menyebut perdamaian ini murni karena keinginan keduanya. Tidak ada faktor rupiah yang melatarbelakangi perjanjian ini. Mer, sapaan akrbab Meriam berujar, tindakannya melaporkan Hotman beberapa waktu lalu lantaran 'peduli' terhadap pengacara kondang tersebut. "Sebagai sesama manusia, kalau ada yang keluar dari 'jalur' ya saling mengingatkan," ujarnya singkat.

Seiring adanya perdamaian ini, baik Meriam maupun Hotman tidak akan lagi memperuncing kasus yang terjadi sejak 2009 lalu tersebut. "Pihak kedua tidak akan memberikan pernyataan apapun soal hubungan ini," kata Dwi menambahkan.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.