Hai Anak Muda, Siapkan 6 Hal Sebelum Mandiri Secara Finansial

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Menjadi orang dewasa merupakan fase baru yang terkadang sulit buat sebagian besar orang. Ditambah, ada hal baru yang harus mulai dipersiapkan, yaitu mengatur pengeluaran.

Sebagai dewasa muda yang mulai menginjak fase tersebut, menjalani hidup secara mandiri tanpa dukungan finansial dari orang tua lagi adalah level hidup yang baru.

Mereka harus mampu membuat keputusan keuangan sendiri, menanggung utang yang mungkin menghantui sepanjang hari.

Kemampuan-kemampuan tersebut yang harus dilatih sejak dini agar perubahan yang dirasakan tidak terlalu terasa berat.

Kegiatan menabung, berhemat, menentukan prioritas kebutuhan dapat menjadi dijadikan kebiasaan baru sebagai peralihan sebelum mandiri secara finansial.

Untuk membantu orang-orang yang berusaha mengatur keuangannya sendiri, koresponden keuangan pribadi CNBC Sharon Epperson merekomendasikan lima hal yang harus diperhatikan.

Berikut adalah 6 cara yang bisa dijadikan saran atau masukan bagi Anda dalam mengatur keuangan di masa depan saat menginjak usia 20-an tahun.

Mandiri Secara Finansial

Ilustrasi tunai. (Copyright envato.com by Maciejbledowski)
Ilustrasi tunai. (Copyright envato.com by Maciejbledowski)

1. Berhenti Gunakan Uang Tunai

Epperson merekomendasikan setidaknya dalam kurun waktu tiga bulan, Anda harus berhenti menggunakan uang tunai atau aplikasi pembayaran digital. Alih-alih mengatakan lebih baik menggunakan kartu debit/kredit agar mempermudah Anda melakukan pencatatan pengeluaran.

Kartu debit memastikan keuangan yang Anda belanjakan dan miliki saat itu. Sementara kartu kredit, menawarkan ‘perlindungan’ dalam melakukan pembayaran. Oleh karena itu, tentukan kebutuhan terpenting Anda dan mulailah menggunakannya.

Namun, apabila Anda menggunakan kartu kredit, harus dipastikan bahwa Anda mampu membayar saldo atau tagihan tersebut secara penuh setiap bulannya. Tujuannya agar terhindar dari tambahan bunga.

2. Buat Anggaran Personal

Setelah mengetahui kebutuhan penting yang diperlukan/dibelanjakan, cobalah untuk mencetak kebutuhan anggaran Anda dalam sebulan secara daring atau secara fisik agar dapat Anda lihat.

Buat daftar semua pengeluaran Anda seperti yang tercatat dalam pengeluaran kartu debit/kredit. Ini akan memberikan Anda gambaran secara keseluruhan untuk mengetahui berapa jumlah yang dibutuhkan setiap hari, minggu atau bulannya.

3. Buat Prioritas Kebutuhan

Ilustrasi Membuat Anggaran Belanja Credit: pexels.com/Finn
Ilustrasi Membuat Anggaran Belanja Credit: pexels.com/Finn

Bagian penting dalam mengatur keuangan adalah menuliskan prioritas yang harus dikeluarkan guna memenuhi kebutuhan. Hal tersebut juga dapat membantu Anda memberikan sedikit uang untuk memanjakan diri dengan penghasilan yang sudah didapatkan⎼dengan catatan Anda memang mampu membelinya.

Pengeluaran yang umumnya diperlukan adalah biaya sewa, perawatan, transportasi, tagihan telepon dan listrik, dan bahan makanan. Lalu, pengeluaran tambahan lain yang tidak terlalu dibutuhkan adalah makan di luar, naik taksi, beli baju baru, dan layanan streaming (misalnya).

4. Miliki Dana Darurat

Tahun-tahun belakangan ini menjadi ketidakpastian terbesar yang dialami semua orang. Memiliki dana darurat menjadi hal penting yang harus dipersiapkan dan diperhatikan.

Ubahlah pola pikir Anda dengan memikirkan biaya sekecil apapun untuk dana darurat dan mulailah menabung. Ketika Anda mencapai di titik keuangan yang serba impas setiap bulan dan tidak memiliki ruang untuk menabung, coba untuk memotong pengeluaran yang tidak terlalu penting.

5. Pertimbangkan Keputusan Sebelum Pakai Kartu Kredit

ilustrasi menabung | pexels.com/@cottonbro
ilustrasi menabung | pexels.com/@cottonbro

Memiliki kartu kredit itu penting, tetapi memiliki tanggung jawab yang besar. Ada tagihan di akhir bulan yang harus Anda lunasi. Jika tidak, Anda harus siap-siap membayar biaya tambahan akibat bunga yang diberikan.

Dalam hal tertentu, mungkin Anda membutuhkan kartu kredit seperti membayar rumah atau mobil. Epperson memaparkan bahwa tidak masalah memiliki kartu kredit, hanya saja harus memperhatikan tiga hal di bawah ini, yaitu:

  1. Kartu kredit memiliki perlindungan penipuan yang lebih besar dibanding kartu debit.

  2. Kartu kredit menjadi cara yang bagus untuk membangun skor kredit Anda.

  3. Banyak kartu kredit yang memiliki program menarik, seperti mendapatkan uang kembali untuk belanja sehari-hari

Terlepas dari poin positif yang di atas, akan ada saldo yang harus dibayar di akhir tahun. Lalu, kartu kredit dapat menambah jumlah pengeluaran Anda setiap bulannya. Apalagi jika bunga yang ditetapkan memiliki persentase yang tinggi.

6. Biasakan Diri Menabung

“Jadikan menabung sebagai kebiasaan harian, mingguan, dan bulanan. Setor sejumlah tertentu dari setiap gaji dan hadiah uang juga,” jelas Epperson.

Kebiasaan ini awalnya memang sulit, tetapi jika mau terbiasa melakukannya sejak dini dapat berdampak pada kondisi kesehatan finansial Anda di masa mendatang.

Meskipun Anda mungkin mulai menabung pengeluaran darurat hanya sesekali saja, Anda harus berusaha untuk memiliki pengeluaran senilai enam bulan di tabungan Anda. Hal tersebut dapat menjadi perlindungan bagi Anda bila mendadak kehilangan pekerjaan.

“Jangan lupa untuk menabung dengan tujuan jangka panjang. Dana darurat itu harus menjadi tujuan Anda untuk menabung,” jelas Epperson.

Reporter: Caroline Saskia

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel