Haid Gak Lancar, Ini 7 Cara Aman Percepat Siklus Menstruasi

Lutfi Dwi Puji Astuti, Isra Berlian
·Bacaan 2 menit

VIVA – Siklus menstruasi setiap wanita berbeda-beda, ada yang teratur setiap bulannya ada yang tidak. Siklus menstruasi yang tidak teratur sendiri cukup lazim terjadi.

Siklus menstruasi tidak lancar sendiri terjadi karena berbagai faktor. Apa saja? Berikut ini ulasannya.

1. Hamil

Menstruasi yang datang secara telat bisa menjadi tanda awal dari kehamilan. Biasanya ini merupakan tanda yang pertama kali disadari.

2. Menyusui

Ibu yang memberikan ASI Eksklusif hingga satu tahun rata-rata akan mulai haid di bulan ke-14 pasca melahirkan. Hal ini lantaran hormon prolaktin yang menghambat hormon estrogen dan progesteron yang memicu haid.

3. Menopause

Menjelang menopause kadar hormon reproduksi wanita mulai tidak seimbang sehingga membuat siklus haid tidak teratur.

4. Sindrom ovarium polikistik

Pada kondisi inni sel telur membentuk kista-kista berisi cairan di dalam indung sel telur, kondisi ini juga menjadi penyebab tersering gangguan kesuburan pada wanita sehingga sulit hamil.

5. Insufisiensi ovarium primer

Kondisi ini, indung telur kehilangan fungsi normalnya sebelum 40 tahun. Hal ini menyebabkan wanita mengalami haid yang tidak teratur atau jarang-jarang selama bertahun-tahun

6. Penyakit Radang Panggul

Kondisi dimana terjadi infeksi pada organ reproduksi yang bila dibiarkan dapat menimbulkan haid yang tidak teratur.

7. Mengalami penyakit kronis seperti diabetes, celiac, atau kelainan hormon tiroid

Cara aman untuk mepercepat menstruasi

Sebelum menggunakan cara tertentu untuk memicu menstruasi, pastikan terlebih dahulu Anda tidak hamil. Jika sudah dipastikan bukan karena hamil, anda bisa mencoba beberapa cara seperti berikut.

1. Menggunakan pil KB

Metode ini paling efektif untuk mengendalikan siklus haid. Pil KB yang digunakan adalah pil KB kombinasi yang mengandung estrogen dan progestin. Pil tersebut dikonsumsi selama 21 hari, setelah itu dihentikan atau dilanjutkan dengan mengonsumsi pil plasebo selama 7 hari. Menstruasi akan berlangsung selama 7 hari.

2. Olahraga rutin

Olahraga rutin selama 30 menit dapat memicu pengeluaran hormon endorfin serta melemaskan otot-otot yang pada akhirnya dapat membuat menstruasi keluar lebih cepat.

3. Relaksasi

Hasil studi menyebut kadar stress yang tinggi berdampak pada siklus menstruasi yang tidak teratur. Hal ini lantaran hormon kortisol dan adrenalin akan keluar ketika tubuh mengalami stress. Kedua hormon tersebut diketahui menghambat produksi estrogen dan progesteron yang mengatur siklus menstruasi. Carilah kegiatan relaksasi seperti yoga, meditasi atau menjalankan hobi yang disukai untuk melepaskan stress.

4. Kurangi aktivitas

Aktivitas fisik yang berlebih dapat memicu siklus menstruasi tidak lancar. Hal ini lantaran aktivitas fisik yang berlebih dapat menurunkan kadar estrogen dan memicu menstruasi berhenti.

5. Kompres atau mandi air hangat

Aktivitas ini dapat mengendurkan otot-otot yang kencang dan mengurangi stress emosional. Mengompres air hangat pada perut juga dapat membantu meningkatkan aliran darah yang dapat membantu mempercepat menstruasi.

6. Berhubungan intim

Hubungan intim diketahui dapat menurunkan tekanan rahim sehingga darah menstruasi tertarik ke arah bawah.

Mau tahu informasi lebih lengkapnya terkait masalah menstruasi? Yuk klik tautan ini.