Hajatan Rizieq Dianggap Mahfud Buyarkan Upaya Bersama Lawan COVID-19

Mohammad Arief Hidayat, Reza Fajri
·Bacaan 1 menit

VIVA – Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud Md menyampaikan keprihatinan pemerintah terkait acara pernikahan putri Habib Rizieq Shihab.

Acara itu mengundang kerumunan massa dan banyak terjadi pelanggaran protokol kesehatan. Hal itu dinilai seperti membuyarkan upaya bersama dalam melawan pandemi COVID-19 selama delapan bulan terakhir.

"Pelanggaran secara nyata dengan berkumpulnya orang-orang dalam sepekan terakhir ini bisa membuyarkan segala upaya yang kita lakukan dalam delapan bulan terakhir," kata Mahfud dalam konferensi pers yang dipancarkan lewat YouTube, Senin 16 November 2020.

Mahfud mengingatkan bahwa kelompok rentan menjadi berpotensi terpapar mereka yang menular-nularkan virus tersebut. Para pembawa virus dinilai seperti pembunuh potensial.

"Orang yang sengaja melakukan kerumunan massal tanpa mengindahkan protokol kesehatan berpotensi menjadi pembunuh potensial terhadap kelompok rentan," ujar Mahfud.

Dia menyatakan bahwa pemerintah mendengar dan mendapat keluhan dan masukan dari berbagai kalangan seperti dari para tokoh agama, tokoh masyarakat, dokter dan lain sebagainya. Pihak-pihak yang telah berjuang melawan COVID-19 selama ini merasa perjuangannya seperti diacuhkan.

"Mereka mengeluh seakan perjuangan mereka tidak dihargai sama sekali," kata Mahfud. (ren)

Baca: Wakil Ketua MPR: Saudara Saya Meninggal, Maka Patuhi Protokol COVID-19