Haji Lulung Minta Polisi Panggil Ahok karena Hadiri Pesta Bos KFC

Syahrul Ansyari, Anwar Sadat
·Bacaan 2 menit

VIVA - Politisi Partai Amanat Nasional, Abraham Lunggana, atau yang akrab disapa Haji Lulung, meminta kepolisian untuk memeriksa Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok terkait dugaan pelanggaran protokol kesehatan. Sebab, Ahok diduga melanggar protokol kesehatan pencegahan COVID-19 saat menghadiri pesta di kawasan Prapanca, Jakarta Selatan.

Haji Lulung mengatakan, siapapun yang melanggar protokol kesehatan harus ditindak. Penegakkan hukum tidak hanya selesai dengan kata minta maaf, harus ada sanksi agar pelanggaran tak dicontoh masyarakat.

"Ya maksud saya tegakkan hukum dong yang baik, jangan cuma minta maaf aja selesai," kata Haji Lulung, di Balai Kota DKI, Senin, 18 Januari 2021.

Baca juga: Selain Raffi Ahmad, Ahok Juga Hadir di Ultah Ricardo Gelael

Haji Lulung mengatakan hukum harus secara adil ditegakkan kepada siapapun tanpa tebang pilih termasuk Ahok. Jika melanggar harus ditindak, sebab tak ada orang yang kebal terhadap hukum.

"Iya tuh itu Ahok mesti dikasih sanksi juga dong dia, jangan pilih-pilih. Dia bikin orang joget-joget juga kan, dia nyanyi-nyanyi gitu. Ayo dong tegakan hukum, tegakan keadilan seadil-adilnya. jangan tumpul di atas tajam ke bawah," ujarnya.

Lulung mengatakan hukum jangan hanya tajam ke sosok yang kritis ataupun berbeda pikiran dengan pemerintah. Termasuk selebritas seperti Raffi Ahmad, jika melanggar harus diperiksa.

"Ahok dipanggil, suruh Haji Lulung bilang. Ya harus diperiksa, emang Ahok siapa. Ahok kan warga negara biasa, gak ada yang istimewa, gua aja gak istimewa," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, foto-foto pesta ulang tahun bos KFC Indonesia Ricardo Gelael, ayah kandung pembalap muda Sean Gelael, masih viral di media sosial. Foto ini viral karena ada Raffi Ahmad yang habis divaksin tetapi malah tak terapkan protokol kesehatan di antaranya tak memakai masker dan menjaga jarak.

Dari foto yang viral itu terungkap, tak hanya artis papan atas yang datang tetapi ada pejabat publik di antaranya Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.