Haji sakit di Saudi tetap jadi tanggung jawab pemerintah sampai pulang

Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Saiful Mujab mengatakan jamaah haji yang sakit dan di rawat di RS Arab Saudi maupun KKHI sampai operasional haji berakhir tetap menjadi tanggung jawab pemerintah hingga mereka dipulangkan ke Tanah Air.

"Kalau operasional haji selesai jamaah tetap sakit akan diserahkan ke KJRI dan berkoordinasi dengan RS terdekat apakah di Madinah, Mekkah atau Jeddah. Setelah itu kita pantau perkembangannya sampai sembuh atau dinyatakan boleh pulang maka KJRI serahkan ke kita dan kita akan antar sampai ke rumah," kata Saiful di Mekkah, Minggu.

Direktorat Pelayanan Haji Dalam Negeri Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama yang nantinya akan memulangkan jamaah haji ke daerahnya hingga sampai ke rumah jamaah.1

Terkait proses pemulangan jamaah, pihaknya akan terus berkoordinasi sampai operasional haji selesai. Kemudian dari Ditjen PHU akan terus memantau kondisi jamaah apakah boleh pulang atau belum.

Jika sudah diperbolehkan pulang maka PHU akan berkoordinasi dengan petugas di wilayah jamaah dan nantinya akan diantar pulang hingga ke rumah dengan pendampingan dari Ditjen PHU.

Baca juga: 29 unit bus shalawat masih tersedia layani jamaah haji di Mekkah

Baca juga: Sebanyak 143 jamaah haji asal Kabupaten Sambas tiba

Operasional Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Daerah Kerja (Daker) Mekkah akan ditutup pada 5 Agustus 2022 seiring dengan pemberangkatan terakhir jamaah haji dari Mekkah ke Madinah sehingga jika masih ada jamaah yang dirawat akan dipindahkan ke KKHI Madinah.

Kepala Seksi Kesehatan Daker Mekkah Muhammad Imran mengatakan saat ini masih ada 23 jamaah yang dirawat di RS Arab Saudi dan 10 jamaah dirawat di KKHI Mekkah.

"Kebanyakan mereka masih dirawat karena stroke maupun operasi jantung, saat ini masih tunggu masa pemulihan. Kita doakan mereka semoga pulih dan segera kembali ke Tanah Air," kata Imran.

Lebih lanjut Imran mengatakan, jamaah yang dirawat di KKHI Mekkah sebagian besar mempunyai komorbid atau penyakit penyerta yang berat seperti diabetes, hipertensi maupun penyakit jantung.

Baca juga: Dirjen PHU minta tidak ada lagi keterlambatan pemulangan jamaah haji

Baca juga: Hasil tes PCR semua haji Kloter 18 Solo asal Sleman negatif COVID-19

Baca juga: Lima haji Kloter 4 Debarkasi Batam jalani tes usap PCR

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel