Hak Pejuang, Asabri Beri Santunan Keluarga Awak KRI Nanggala 402 Usai SK Turun

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Asabri (Persero) menjamin keluarga 53 awak kapal selam KRI Nanggala 402 akan mendapat santunan asuransi jaminan sosial secara penuh karena gugur di lautan. Santunan itu akan diberikan lantaran seluruh awaknya telah terdaftar sebagai peserta Asabri.

Tak hanya itu, Direktur Utama Asabri R Wahyu Suparyono mengatakan, seluruh personel kapal selam KRI Nanggala 402 kini telah naik pangkat jadi anumerta. Namun, dia belum bisa menghitung berapa besaran santunan yang nantinya bakal diterima.

"Kita harus ada dasar mengeluarkan uang, apalagi itu uang negara. Prediksi belum bisa, karena pemerintah akan menaikan pangkatnya menjadi anumerta. Tentu perhitungannya lain," jelasnya kepada Liputan6.com, Senin (26/4/2021).

Wahyu mencontohkan, jika salah seorang awak memiliki pangkat sebaga Sersan Dua, setelah gugur dirinya akan naik jabatan sebagai Sersan Satu. Di samping itu juga ada susunan santunan untuk anggota keluarga seperti istri dan anak.

"Kita persiapkan dulu. Artinya Asabri tidak berani keluarkan, datang ke rumah salah satu ahli waris. Ini belum ada SK, malah kita mendahului nanti kita keliru lagi," ungkapnya.

Adapun jenis santunan yang bakal diperoleh terdiri dari santunan kecelakaan kerja, tabungan hari tua, serta beasiswa.

Wahyu pun menjamin masing-masing awak kapal selam KRI Nanggala 402 yang gugur akan memperoleh 100 persen santunan. Namun proses pembayarannya baru bisa dilakukan setelah mendapat Surat Keputusan (SKEP) dari Panglima TNI.

"Kami menjamin 100 persen. Tapi perlu proses, karena kan kehati-hatian hitungnya. Jangan sampai 1 rupiah pun hilang, itu kan haknya para pejuang itu. Saya jamin itu kalau haknya enggak akan hilang," ujar Wahyu.

Evakuasi KRI Nanggala-402, Marinir TNI AL Terjunkan Pasukan Khusus Amfibi

Foto tak bertanggal yang dirilis 21 April 2021 menunjukkan kapal selam KRI Nanggala 402 berangkat dari pangkalan angkatan laut di Surabaya. Kapal selam tersebut bergabung dengan jajaran TNI AL tahun 1981. (Handout/Indonesia Military/AFP)
Foto tak bertanggal yang dirilis 21 April 2021 menunjukkan kapal selam KRI Nanggala 402 berangkat dari pangkalan angkatan laut di Surabaya. Kapal selam tersebut bergabung dengan jajaran TNI AL tahun 1981. (Handout/Indonesia Military/AFP)

Sebelumnya, Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayor Jenderal TNI (Mar) Suhartono menindaklanjuti penetapan status subsunk atau tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala-402 dengan menerjunkan pasukan khusus.

Pasukan khusus Marinir dari Satuan Intai Para Amfibi itu diterjunkan untuk membantu 53 awak kapal selam yang gugur bersama tenggelamnya KRI Nanggala 402 di dasar laut perairan utara Pulau Bali.

"Kami mengirimkan pasukan khusus dari Satuan Intai Para Amfibi Marinir atau Taifib Korps Marinir TNI AL," tutur Suhartono dalam keterangannya, Senin (26/4/2021).

Menurut Suhartono, pihaknya juga telah mendirikan Posko Satgas SAR Korps Marinir di Dermaga Pelabuhan Tanjungwangi Banyuwangi sejak Minggu, 25 April 2021 kemarin.

"Juga telah menyiapkan prajurit terbaik untuk keperluan proses evakuasi para prajurit TNI AL yang gugur pasca-tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala-402 di perairan Utara Bali," jelas dia.

Ada sebanyak, 28 personel terbaik Taifib 2 Marinir TNI AL yang dibekali peralatan pendukung evakuasi korban kapal selam KRI Nanggala-402 yang tenggelam. Sejauh ini, koordinasi masih terus dilakukan bersama pihak terkait.

"Saya Mayor Jenderal TNI (Mar) Suhartono selaku Komandan Korps Marinir beserta seluruh prajurit menyampaikan rasa duka cita yang sangat mendalam atas gugurnya seluruh awak kapal selam KRI Nanggala-402," kata Suhartono menandaskan.