Hak Veto Inggris soal Virus Corona Jadi Batu Sandungan Liga Champions

Satria Permana

VIVA – Liga Champions menemui batu sandungan saat ingin digelar kembali. Hak veto pemerintah Inggris telah membuat UEFA kelimpungan mencari skema paling tepat dalam menyelesaikan kompetisi kasta tertinggi antarklub benua biru itu.

Kementerian Kesehatan Inggris memiliki kebijakan yang begitu keras terhadap warga lokal dan pengunjung saat masuk ke kawasannya. Siapa pun itu, diwajibkan untuk melakoni prosedur karantina selama 14 hari saat memasuki Inggris.

Aturan ini juga berlaku untuk pesepakbola profesional yang hendak berlaga di ajang Liga Champions. Kementerian Kesehatan Inggris telah menegaskan, tak ada pengecualian atau pelonggaran aturan di wilayah mereka. Begitu laporan The Sun.

Kebijakan ini pasti menjadi masalah baru dalam kelanjutan Liga Champions. Sebab, Manchester City dan Chelsea masih berlaga di babak 16 besar. Kebetulan, ManCity yang akan menjadi tuan rumah dalam leg 2 melawan Real Madrid.

Manajer Manchester City, Pep Guardiola

Tentunya, masalah ini harus dipecahkan agar ManCity bisa menjamu Madrid dengan bebas di Etihad Stadium.

Sudah ada lobi terkait aturan ini. Manajemen ManCity dan Chelsea telah mendekati Menteri Kebudayaan dan Olahraga, Oliver Dowden, agar pengecualian terkait aturan karantina diberikan kepada para pemain dari luar Inggris.

Dan, hingga sekarang, sebenarnya belum ada keputusan final yang dibuat. Namun, rencana yang digagas Kementerian Kesehatan posisinya begitu kuat dan sulit untuk kembali digeser atau dilonggarkan.

UEFA sejatinya telah menemukan formula untuk menyelesaikan Liga Champions musim ini. Mereka berniat menggelar kembali Liga Champions paling lambat Agustus 2020, dengan rentang waktu tiga bulan demi menyelesaikan kompetisi.