Hakikat adalah Kenyataan yang Sebenarnya, Simak Contoh Kalimatnya

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Kamus Besar Bahasa Indonesia mengartikan hakikat adalah inti sari atau dasar. Istilah hakikat adalah kenyataan yang sebenarnya atau sesungguhnya. Hakikat adalah berhubungan dengan makna atau arti, bukan fakta yang terjadi.

Asal usul kata hakikat adalah dari bahasa Arab “Al-Haqq” yang artinya hak. Makna hak yang menjadi kata dasar hakikat adalah benar, kepunyaan, adat kebiasaan, atau benar-benar ada. Penggunaan istilah hakikat adalah berkaitan dengan pemikiran dan ungkapan hingga menjadi seperti konvensi.

Hakikat adalah menjadi konvensi, maksudnya bagian dari kesepakatan yang berhubungan dengan adat, tradisi, dan lain sebagainya. Dalam Islam, istilah hakikat adalah aspek dari syariat yang bersifat esoteris atau batiniah.

Para sufi mengartikan hakikat adalah rahasia yang paling dalam dari segala amal, inti dari syariat dan akhir dari perjalanan yang ditempuh oleh seorang sufi. Hakikat adalah makna terdalam dari praktik dan petunjuk yang ada pada syariat dan tarikat.

Berikut Liputan6.com ulas tentang arti istilah hakikat adalah lebih dalam dan contoh kalimatnya dari berbagai sumber, Selasa (9/11/2021).

Contoh Penggunaan Istilah Hakikat oleh Tokoh Dunia

Ilustrasi Membaca Buku Credit: pexels.com/Sincerely
Ilustrasi Membaca Buku Credit: pexels.com/Sincerely

1. Emha Ainun Nadjib, Seniman, Budayawan, Penyair, dan Intelektual dari Indonesia

“Hakikat hidup bukanlah apa yang kita ketahui, bukan buku-buku yang kita baca atau kalimat-kalimat yang kita pidatokan, melainkan apa yang kita kerjakan, apa yang paling mengakar di hati, jiwa dan inti kehidupan kita.”

2. Jalaluddin Rumi, Penyair Sufi, Ahli Hukum, Sarjana Islam dan Teolog dari Persia

“Hakikat Yang Maha Pengasih hadir secara langsung laksana sinar matahari yang menerangi bumi.”

3. Abdurrahman Wahid, Presiden ke-4 Indonesia

“Bukankah masalah ketuhanan memang rumit? Mungkin sengaja dibuat rumit oleh Tuhan, agar kita tertuntut untuk senantiasa berada dalam upaya pencarian hakikat-Nya, walaupun itu tidak akan pernah tercapai. Upayanya yang penting, bukan tercapainya hasil mutlak.”

4. Diponegoro, Pahlawan Nasional Indonesia

“Hidup dan mati ada dalam genggaman Illahi. Takdir adalah kepastian, tapi hidup harus tetap berjalan. Proses kehidupan adalah hakikat, sementara hasil akhir hanyalah syariat. Gusti Allah akan menilai ketulusan perjuangan manusia, bukan hasil akhirnya. Kalaupun harus menjumpai kematian, itu artinya mati syahid di jalan Tuhan.”

5. Basuki Tjahaja Purnama, Politikus Indonesia

“Anak muda itu jangan bisanya cuma mengkritik, harus ada solusi jadi akan ada timbal balik, itulah hakikat kemerdekaan karena tumpuannya ada di anak muda yang kreatif dan inovatif.”

6. Tere Liye, Penulis dari Indonesia

- “Jangan terlalu mengejar hasilnya, nanti kita lupa hakikat kesuksesan yang sesungguhnya.”

- “Jangan terlalu mengejar seseorang, memilikinya, nanti kita tidak akan pernah paham hakikat memiliki sebenarnya.”

- “Jangan terlalu mengejar kemenangan, piala, trophi, nanti kita lupa hakikat pertandingan.”

- “Jangan terlalu mengejar kehidupan, materi, nanti kita lupa hakikat hidup ini sendiri, dan lupa melaluinya penuh kesyukuran.”

7. Khalil Gibran, Penulis dan Pelukis dari Lebanon-Amerika

“Hakikat cinta adalah rintihan panjang yang dikeluhkan oleh lautan perasaan kasih sayang. Ia adalah cucuran air mata kesedihan langit pikiran. Ia adalah senyuman ceria kebun-kebun bunga cinta.”

8. Sigmund Freud, Psikiater dari Austria

“Berbicara dengan benar, ketidaksadaran adalah psikis yang sebenarnya; hakikat batinnya sama tidak kita ketahui dengan realitas dunia luar, dan hal itu dilaporkan secara tidak sempurna kepada kita melalui data kesadaran seperti halnya dunia luar melalui indikasi alat indera kita.”

9. Abraham H. Maslow, Psikolog dari Amerika Serikat

“Kehidupan spiritual adalah bagian dari hakikat manusia. Itu adalah karakteristik yang menentukan dari sifat manusia, tanpanya sifat manusia tidak sepenuhnya manusia.”

10. Sanie B. Kuncoro, Penulis dari Indonesia

“Buat apa bertahan pada hakikat yang justru mengurangi kebahagiaan kita pada pasangan.”

Contoh Penggunaan Istilah Hakikat oleh Tokoh Dunia Selanjutnya

Ilustrasi Membaca Buku Credit: pexels.com/Thought
Ilustrasi Membaca Buku Credit: pexels.com/Thought

11. Merry Maeta Sari, Penulis dari Indonesia

“Kami tahu mungkin kalian setengah hati menjalani pernikahan ini. Kalian sudah dewasa. Papa yakin kalian bisa bertanggung jawab dengan apa yang kalian pilih. Kalian sudah memilih pernikahan ini, jadi cobalah untuk lebih mengenal dan memahami satu sama lain. Itu hakikat pernikahan. Jangan coba-coba bermain dengan ikatan pernikahan!”

12. Ajip Rosidi, Penulis dari Indonesia

“Betapa dalam kulihat samudra segala hakikat!”

13. Najwa Shihab, Jurnalis Indonesia

“Atas nama popularitas, hakikat demokrasi pun diterabas.”

14. Abdul Somad, Pendakwah dari Indonesia

“Wujud syukur yang sederhana ialah mengucap Syukur "Alhamdulillahirobbil 'alamin. Segala Puji hanya bagi Allah" . Namun sesungguhnya Hakikat dari Rasa Syukur itu adalah memastikan setiap tarikkan nafas kita senantiasa dalam "ketaatan" kepada Allah Ta'ala.”

15. Nicholas Sparks, Penulis dari Amerika Serikat

“Mukjizat, seberapa pun sulitnya dijelaskan atau diyakini, merupakan sesuatu yang nyata dan bisa terjadi tanpa dipengaruhi oleh hakikat kehidupan yang alami.”

16. Abdullah Gymnastiar, Pendakwah dari Indonesia

“Hakikat orang miskin bukanlah mereka yang tidak mempunyai harta dan kekayaan, melainkan mereka yang tidak mempunyai iman dan ilmu.”

17. Yahya ibn Mu'adh al-Razi, Sufi Muslim dan Murid Ibnu Karram

“Hakikat cinta adalah sesuatu yang tak dapat berkurang karena keburukan, dan tidak pula bertambah karena kebaikan.”

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel