Hakikat Ilmu Manusia

Syahdan Nurdin, nuruladdinaa
·Bacaan 5 menit

VIVA – Filsafat ilmu adalah dua kata yang saling terkait, baik secara substansial maupun historis karena kelahiran ilmu tidak lepas dari peranan filsafat.

Pada dasarnya filsafat ilmu merupakan kajian filosofis terhadap hal-hal yang berkaiatan dengan ilmu, dengan kata lain filsafat ilmu merupakan upaya upaya pengkajian dan pendalaman mengenai ilmu (ilmu pengetahuan/sains), baik itu ciri substansinya, pemerolehannya, ataupun manfaat ilmu bagi kehidupan manusia.

Di mana diperlukan juga suatu penelitian dan penyelidikan tentang suatu masalah yang berkaitan dengan ilmu.

Pengkajian tersebut tidak terlepas dari bidang ontologi, epistemologi, dan axiologi denan berbagai pengembangan dan pendalaman yang dilakukan oleh para ahli. Dalam kajian ini membahas tentang Pengerian Filsafat Ilmu, Struktur Ilmu, dan Objek Kajian Filsafat Ilmu.

Ada berbagai definisi filsafat ilmu yang dihimpun oleh The Liang Gie (1997 : 57) di sini hanya akan dikemukakan empat pendapat yang dianggap paling representatif.

Robert Ackerman: Filsafat Ilmu adalah sebuah tinjauan kritis tentang pendapat-pendapat terdahulu yang telah dibuktikan.

Lewis White Beck: Filsafat Ilmu itu mempertanyakan dan menilai metode-metode pemikiran ilmiah, serta mencoba menetapkan nilai dan pentingnya usaha ilmiah sebagai suatu keseluruhan.

Cornelius Benjamin: Filsafat Ilmu merupakan cabang pengetahuan filsafat yang menelaah sistematis mengenai filsafat dasar ilmu, metode-metodenya, konsep-konsepnya, praanggapan-praanggapanya, serta letaknya pengetahuan intelektual.

My Brodbeck: Filsafat Ilmu sebagai analisis yang netral secara etis dan filsafalis pelukisan, dan penjelasan mengenai landasan-landasan ilmu.

Menurut Rizal Mustansyir dan Misnal Munir (2010 : 49) Filsafat Ilmu dapat dibedakan menjadi dua yaitu filsafat ilmu dalam arti luas dan sempit.

Filsafat ilmu dalam arti luas yaitu menampung permasalahan yang menyangkut hubungan luar dari kegiatan ilmiah, sedangkan dalam arti sempit yaitu menampung permasalahan yang bersangkutan dengan hubungan dalam yang terdapat di dalam ilmu.

Menurut kbbi.web.id Filsafat adalah pengetahuan dan penyelidikan dengan akal budi mengenai hakikat segala yang ada, sebab, asal , dan hukumnya.

Ilmu merupakan pengetahuan tentang suatu bidang yang disusun secara bersistem menurut metode tertentu, yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala tertentu di bidang pengetahuan.

Dari Pemaparan di atas, kita bisa simpulkan bahwa Filsafat Ilmu adalah pemikiran tentang pengetahuan yang berkaitan dengan ilmu, dasar-dasar ilmu, metode-metodenya, konsep-konsepnya, dan penjelasan mengenai landasan-landasan ilmu.

Jadi, filsafat ilmu itu merupakan suatu ilmu pengetahuan yang hubungannya timbal balik antara ilmu dan filsafat.

Filsafat ilmu ini juga suatu pengetahuan campuran antara ilmu pengetahuan dan nilai keilmiahan. Nilai keilmiahan ini masuk kepada objek kajian filsafat ilmu sedangkan ilmu pengetahuan masuk kepada filsafat ilmu tersebut. Tidak diragukan lagi bahwa filsafat ilmu ini mencakup segala aspek pengetahuan.

Filsafat ilmu itu juga dapat dikatakan bagian dari filsafat atau suatu pemikiran yang menjawab pertanyaan mengenai hakikat ilmu.

Selain itu, filsafat juga berusaha menjelaskan permasalahan masalah-masalah tentang ilmu tersebut. Filsafat juga dikatakan sebagai penyelidikan tentang pemikiran suatu ilmu dalam bidangnya yang disusun secara sistematis., dan juga menggunakan metode-metode tertentu.

Menurut Mardianto dan Alrasyidin ( Tanpa tahun, halaman : 11) Struktur Ilmu adalah pengetahuan Ilmiah di mana dalam penerapannya terdiri dari: Pertama Objek

Sebenarnya, Objek Material, yaitu :Ide Abstrak, Benda Fisik, Jasad Hidup,Gejala Rohani, Peristiwa Sosial, Proses Tanda.

Kedua Ide Abstrak yaitu: Pusat perhatian, ketiga Bentuk Pernyataan Deskripsi Perskripsi, Eksposisi Pola, Rekonstruksi Historis.

Keempat Ragam Proposisi, Analisis Ilmiah, Kaidah Ilmiah, Teori Ilmia. Kelima Ciri Pokok, Sistematisasi, Keumuman, Rasionalisme, Objektivitas, Veripiabilitas, Komunitas.

Menurut Delfgaauw, Bernar (1992 : 123) Objek Kajian Filsafat Ilmu memiliki dua macam objek yaitu material dan obyek formal.

Objek Material Filsafat Ilmu

Objek material filsafat ilmu yaitu suatu bahan yang menjadi tinjauan penelitian atau pembentukan pengetahuan atau hal yang diselidiki, dipandang atau disorot oleh suatu disiplin ilmu yang mencakup apa saja baik hal-hal yang konkret ataupun yang abstrak.

Objek Formal Filsafat Ilmu, Objek formal adalah sudut pandang dari mana sang subjek menelaah objek materialnya. Setiap ilmu pasti berbeda dalam objek formalnya. Objek formal filsafat ilmu adalah hakikat ilmu pengetahuan yang artinya filsafat ilmu lebih menaruh perhatiannya terhadap problem mendasar ilmu pengetahuan.

Dari pemaparan di atas, kita bisa simpulkan bahwa objek kajian filsafat ilmu merupakan ilmu pengetahuan yang memusatkan sesuatu kepada nilai keilmiahan, yang berarti bahwa objek kajian ini mengutamakan sesuatu ilmu dalam perkembangannya, perkembangan tersebut dapat memengaruhi kehidupan manusia.

Dalam objek kajian ilmu terbagi menjadi dua, diantaranya adalah objek material filsafat ilmu yaitu adanya sasaran tentang suatu bahan yang akan diselidiki, dan diteliti. Jadi adanya suatu bahan yang akan menjadi sasaran untuk diteliti dengan melakukan penyelidikan dan penelitian dengan menggunakan metode-metode tertentu.

Objek yang dikaji ialah sesuatu yang dapat diteliti atau diselidiki, misalnya tentang sejarah. Sedangkan objek formal filsafat ilmu ialah filsafat ilmu yang memusatkan perhatiannya terhadap problem mendasar pada ilmu pengetahuan.

Jadi dalam objek formal filsafat ilmu, menaruh perhatian terhadap suatu masalah yang akan di bahas atau didiskusikan mendasar tentang ilmu pengetahuan.

Menurut kbbi.web.id, Filsafat adalah pengetahuan dan penyelidikan dengan akal budi mengenai hakikat segala yang ada, sebab, asal , dan hukumnya. Ilmu merupakan pengetahuan tentang suatu bidang yang disusun secara bersistem menurut metode tertentu, yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala tertentu di bidang pengetahuan.

Dari Pemaparan diatas, kita bisa simpulkan bahwa Filsafat Ilmu adalah pemikiran tentang pengetahuan yang berkaitan dengan ilmu, dasar-dasar ilmu, metode-metodenya, konsep-konsepnya, dan penjelasan mengenai landasan-landasan ilmu.

Jadi, filsafat ilmu itu merupakan suatu ilmu pengetahuan yang hubungannya timbal balik antara ilmu dan filsafat. Filsafat ilmu ini juga suatu pengetahuan campuran antara ilmu pengetahuan dan nilai keilmiahan.

Nilai keilmiahan ini masuk kepada objek kajian filsafat ilmu sedangkan ilmu pengetahuan masuk kepada filsafat ilmu tersebut. Tidak diragukan lagi bahwa filsafat ilmu ini mencakup segala aspek pengetahuan.

Struktrur ilmu terdiri dari 5, yaitu Objek sebenarnya, Ide abstrak, Bentuk pernyataan, Ragam proposisi, dan Ciri pokok.

Objek Kajian Filsafat Ilmu memiliki dua macam objek yaitu material dan objek formal. Objek Material Filsafat Ilmu, objek material filsafat ilmu yaitu suatu bahan yang menjadi tinjauan penelitian atau pembentukan pengetahuan atau hal yang diselidiki, dipandang atau disorot oleh suatu disiplin ilmu yang mencakup apa saja baik hal-hal yang konkret ataupun yang abstrak.

Objek Formal Filsafat Ilmu, objek formal adalah sudut pandang dari mana sang subjek menelaah objek materialnya. Setiap ilmu pasti berbeda dalam objek formalnya. (Eka Pratiwi, Nurul Addina Fitri, Heri Tanara, Husni Sitorus, Mahasiswa IAIDU Asahan Kisaran, Prodi MPI, Tarbiyah)