Hakim: Aksi Napoleon Aniaya M Kece dengan Alasan Bela Agama akan Menimbulkan Chaos

Merdeka.com - Merdeka.com - Terdakwa Irjen Napoleon Bonaparte terbukti melakukan tindak penganiayaan terhadap Kasman Bin Suned alias M Kece. Penganiayaan dipicu karena perkataannya yang menistakan agama.

Hakim beranggapan, Napoleon seharusnya memahami respons yang harus dilakukan mengingat statusnya sebagai perwira tinggi kepolisian.

"Sebagai anggota polri dengan pangkat perwira tinggi sudah seharusnya terdakwa mengerti dan memahami respons seperti apa yang tepat dan benar jika ada seseorang yang telah melakukan penghinaan atau penistaan agama yaitu dengan menggunakan mekanisme hukum positif yang berlaku dengan melaporkannya kepada pihak berwajib," kata hakim ketua Djuyamto dalam sidang vonis Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (15/9).

Djuyamto menerangkan, meskipun tindakan Napoleon dibenarkan sebagai bentuk pembelaan agama, tentu semua orang akan melakukan hal yang serupa. Namun, tindakan tersebut hanya akan menimbulkan pertikaian.

"Menimbang bahwa jika perbuatan sebagaimana dilakukan terdakwa dibenarkan dengan alasan melakukan pembelaan agama, maka semua orang akan melakukan hal-hal yang serupa dengan alasan pembelaan agama masing-masing dan tentulah akan menimbulkan chaos atas situasi tiadanya hukum," kata hakim.

Vonis Irjen Napoleon

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menjatuhkan hukuman 5 bulan 15 hari terhadap terdakwa Irjen Napoleon Bonaparte atas kasus penganiayaan terhadap Youtuber M Kece.

”Menjatuhkan pipidanna hukuman penjara 5 bulan 15 hari penjara ,” ujar Ketua Majelis Hakim, Djumato saat membacakan amar putusan di PN Jakarta Selatan,Kamis (15/9).

Adapun dalam amar putusan majelis hakim, Napoleon telah terbukti bersalah melakukan tindakan penganiayaan yang menyebabkan Kece luka - luka.

"Menyatakan, terdakwa Nepoleon Bonaparte terbukti seacara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penganiayaan," ujar Majelis Hakim

Adapun yang jadi pertimbangan majelis hakim dalam putusannya, yakni telah bersikap sopan saat menjalani persidangan. Kemudian, Napoleom dan korban penganiayaan, M Kace juga telah saling memaafkan. [ray]