Hakim Gorontalo Jadi Sasaran Teror Penembakan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hakim Pengadilan Negeri Gorontalo Royke Inkiriwang mendapat teror dari seseorang. Tempat kerja, rumah, dan kendaraan pribadinya ditembaki orang tidak dikenal, Selasa (23/7/2013)

Peristiwa penembakan pertama terjadi sekitar pukul 13.00 WITA. mobil pribadi sang hakim Daihatsu Xenia nomor polisi DM 1792 BA yang sedang diparkir di depan rumahnya yang terletak di jalan Cendana, Kelurahan Dulalowo Timur, Kota Tengah, Gorontalo ditembak orang tidak dikenal.

"Indah pembantu rumah tangganya hakim Royke sedang membersihkan ruangan dan mendengar tembakan dua kali, kemudian dia keluar rumah untuk mencek, di luar rumah tidak ada orang, tapi kaca mobil dan pintu kena tembak," ungkap Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Ronny Franky Sompie di Mabes Polri, Jakarta Selatan.

Kaca mobil pribadi Royke bagian belakangnya pecah dan pintu depan rumah terkena tembakan tembus mengenai fato yang terpampang di dinding rumah.

Kemudian pukul 16.00 WITA, kembali peristiwa penembakan di tempat kerja sang hakim yang mengakibatkan kaca jendela bagian luar kantor pengadilan negeri Gorontalo yang berada di lantai dua pecah.

Tidak ada korban dalam dua peristiwa tersebut hanya sebatas kerugian materil saja.

Kepolisian dari Polres dan Polda Gorontalo saat ini masih melakukan penyeledikan untuk mengetahui motif dan pelaku dari kasus tersebut.

"Informasi masih sangat minim. Saksi hanya dengar bunyi tembakan, tidak melihat siapa, pakai kendaraan apa," katanya.

Baca Juga:

KPK kembali Panggil Tersangka Edi Siswadi

Hakim yang Bakar Surat Yasin Diduga Alami Gangguan Jiwa

Hakim di Jakarta Paling Banyak Dilaporkan ke KY

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.