Hakim Itong Huni Sel Isolasi Rutan Kelas I Surabaya di Medaeng

Merdeka.com - Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memindahkan penahanan Hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya nonaktif, Itong Isnaeni Hidayat dari Jakarta ke Rutan Kelas I Surabaya di Medaeng, Sidoarjo. Ia pun, harus menghuni sel isolasi lebih dulu selama 7 sampai 14 hari ke depan.

Kakanwil Kemenkumham Jatim Zaeroji menegaskan tidak ada perlakuan istimewa untuk Itong. Seperti halnya tahanan lainnya, untuk masuk pertama kali ke rutan, ia harus menghuni sel isolasi terlebih dahulu.

"Sesuai SOP penerimaan tahanan di masa pandemi, yang bersangkutan harus masuk sel isolasi terlebih dahulu," ujarnya, Selasa (7/6).

Sel isolasi yang dimaksud adalah sel isolasi khusus pengendalian Covid-19. Seperti tahanan lain, Itong akan diisolasi selama 7-14 hari. "Semua warga binaan harus diperlakukan sama, tanpa diskriminasi," tegasnya.

Sementara itu, Karutan Surabaya Wahyu Hendrajati mengatakan bahwa pihaknya menerima pelimpahan Itong sekitar pukul 11.00 WIB. Itong diantarkan oleh Jaksa KPK Yosi A. Herlambang dan tim pengantar tahanan. "Setelah proses registrasi, langsung masuk ke sel isolasi," ujar Wahyu.

Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan KPK terkait kesehatan Itong. Sehingga, ketika ada masalah kesehatan di kemudian hari, pihaknya bisa melakukan tindakan yang diperlukan.

"Dokter rutan sudah komunikasi dengan KPK, agar pelayanan kesehatan yang kami berikan bisa sesuai kebutuhan yang bersangkutan," terangnya. [ded]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel