Hakim jatuhkan denda 2 juta dolar kepada Donald Trump

NEW YORK (AP) - Seorang hakim, Kamis (7/11), memerintahkan Presiden Donald Trump untuk membayar 2 juta dolar AS ke berbagai badan amal sebagai denda akibat menyalahgunakan yayasan amal untuk memajukan kepentingan politik dan bisnisnya sendiri.

Hakim negara bagian New York Saliann Scarpulla menjatuhkan putusan itu setelah sang presiden mengakui serangkaian pelanggaran yang diuraikan dalam gugatan yang diajukan kepada dia tahun lalu oleh kejaksaan agung New York.

Antara lain, Trump mengakui dalam perkara itu bahwa ia mengizinkan staf kampanye kepresidenannya untuk berkoordinasi dengan Trump Foundation guna menggalang dana bagi para veteran menjelang kaukus Iowa dalam Pemilu 2016. Acara ini dirancang "untuk memajukan kampanye politik Tuan Trump," kata Scarpulla.

Namun, melalui pernyataan menantang yang disampaikan Kamis malam, Trump mengaku tidak menyesal atau tak bersalah.

"Saya satu-satunya orang yang tahu, mungkin satu-satunya orang dalam sejarah, yang memberikan banyak uang untuk amal (19 juta dolar), tidak dipungut biaya, dan diserang oleh peretas politik di Negara Bagian New York," tulis dia.

Dia menyerang serangkaian jaksa New York yang berasal dari Partai Demokrat yang terlibat dengan gugatan itu. Dia mengatakan seharusnya jaksa-jaksa ini juga menyelidiki Clinton Foundation.

"Sudah 4 tahun berlangsung pelecehan bermotivasi politik," kata Trump.

Yayasan Trump akan dibubarkan dan sisa dana sebesar 1,7 juta dolar akan diberikan kepada organisasi nirlaba lainnya, berdasarkan kesepakatan yang dicapai pengacara Trump dan kejaksaan agung New York.

Sebagai bagian dari kesepakatan yang diumumkan Kamis itu, kedua pihak menyerahkan keputusan kepada hakim untuk penalti apa harus dibayar Trump.

Denda Trump dan dana yayasan ini akan dibagi rata untuk delapan organisasi, termasuk Citymeals on Wheels, United Negro College Fund, dan Memorial Holocaust Museum.

Jaksa Agung Letitia James menyambut baik penyelesaian kasus ini sebagai "kemenangan besar dalam upaya kita melindungi aset amal dan meminta pertanggungjawaban mereka yang menyalahgunakan amal untuk keuntungan pribadi."

"Tidak ada yang di atas hukum - tidak pengusaha, tidak calon kepala pemerintahan, dan bahkan Presiden Amerika Serikat," kata James, seorang Demokrat.

Trump Foundation mengaku sangat senang dengan putusan itu dengan mengklaim hakim "mengakui bahwa setiap sen yang digalang Trump Foundation telah membantu mereka yang paling membutuhkan."

Pengacara Trump Foundation, Alan Futerfas mengatakan, organisasi nirlaba itu telah menyalurkan sekitar 19 juta dolar selama sepuluh tahun terakhir, termasuk 8,25 juta dari uang presiden sendiri, kepada ratusan organisasi amal.