Hakim Kabulkan Permintaan Bupati Probolinggo Pindah Tahanan Karena Alasan Anak

Merdeka.com - Merdeka.com - Bupati nonaktif Probolinggo Puput Tantriana Sari dan suaminya, Hasan Aminuddin mengajukan permohonan pindah tahanan dari Jakarta ke Surabaya. Alasannya, sang bupati masih memiliki seorang anak balita yang masih butuh kasih sayang.

Sejak tertangkap tangan (OTT) dan ditetapkan tersangka pada Agustus 2021 lalu, Tantri dan Hasan ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta. Meski demikian, perkara mereka disidangkan di Pengadilan Tipikor Surabaya. KPK beralasan Tantri dan Hasan tetap ditahan di Jakarta untuk keperluan penyidikan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), pengembangan dari perkara jual beli jabatan tersebut.

"(Permohonan pemindahan penahanan Tantri dan Hasan Aminuddin) dikabulkan (oleh majelis hakim)," kata penasihat hukum terdakwa Tantri dan Hasan, Gunadi Wibakso, Kamis (2/6).

Gunadi mengatakan, permohonan pemindahan penahanan diajukan Tantri dan Hasan karena keduanya memiliki anak yang masih berusia tiga tahun.

"Kita bisa membayangkan secara manusiawi dipisahkan dengan anak umur tiga tahun dengan ibunya. Kita seorang bapak juga, sehingga bermohon untuk setidaknya kalau dekat (lokasi penahanan) itu secara emosional, secara psikis, bisa lebih senang," ujar Gunadi.

Informasi diperoleh, penahanan Tantri dan Hasan akan dipindah ke Rumah Tahanan Klas I Surabaya Cabang Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.

“Alhamdulillah dikabulkan, kita tinggal menunggu eksekusinya oleh jaksa penuntut umum,” tandas Gunadi.

Sebelumnya, Tantri dan Hasan divonis empat tahun penjara plus denda Rp200 juta subsidair dua bulan kurungan oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Surabaya dalam sidang yang digelar pada Kamis, 2 Juni 2022.

Khusus Tantri, hakim juga mewajibkan mengganti kerugian negara Rp20 juta subsidair enam bulan kurungan. Keduanya dinyatakan terbukti bersalah melakukan korupsi jual beli jabatan. [ray]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel