Hakim AS kembali halangi upaya Trump dalam melarang TikTok

·Bacaan 2 menit

San Francisco (AFP) - Seorang hakim federal AS pada Jumat mengeluarkan perintah yang menghalangi sementara perintah eksekutif Presiden Donald Trump yang bertujuan melarang TikTok sehingga membuat penghalang hukum menjelang tenggat waktu 12 November.

Perintah itu akan membuat aplikasi berbagi video milik China itu offline dengan memutuskannya dari bisnis AS yang menyediakan hosting situs web, penyimpanan data, dan dasar-dasar lain yang diperlukan untuk beroperasi.

Tetapi para influencer TikTok yang menggugat presiden atas larangan ini meyakinkan Hakim Pengadilan Distrik AS Wendy Beetlestone untuk mengeluarkan putusan yang menentangnya.

Ini adalah pembatalan kedua yang dikeluarkan hakim AS untuk mendukung TikTok terhadap serangkaian perintah eksekutif yang dikeluarkan Trump yang berusaha melarang unduhan baru aplikasi ini mulai September dan melarangnya langsung pada 12 November.

Sebuah perintah sementara yang dikeluarkan September dalam gugatan terpisah yang diajukan oleh TikTok sendiri mencegah pemerintah menghapus aplikasi ini dari platform unduhan aplikasi mobile.

Para hakim dalam kedua kasus mengatakan dalam putusannya bahwa peluang untuk membuktikan di pengadilan bahwa Trump melangkahi kewenangannya adalah bagus.

Mereka juga menyamakan TikTok dengan film, foto, dan televisi kabel yang memiliki perlindungan hukum.

Beetlestone menegaskan dalam putusannya bahwa kekhawatiran yang diungkapkan AS dalam membenarkan larangan itu telah disampaikan secara hipotetis.

Pemerintahan Trump menegaskan perlunya melarang TikTok yang memiliki 100 juta pengguna di AS, karena berkaitan dengan masalah keamanan nasional.

Gedung Putih menuding TikTok memiliki hubungan dengan pemerintah China melalui perusahaan induknya, ByteDance.

TikTok berulang kali membela diri terhadap tuduhan transfer data ke pemerintah China.

Perusahaan ini menyatakan server-servernya tempat informasi pengguna disimpan berada di Amerika Serikat dan Singapura.

Perusahaan juga mengatakan larangan itu tidak diperlukan karena negosiasi sedang berlangsung untuk merestrukturisasi kepemilikan TikTok demi mengatasi masalah keamanan nasional yang diangkat oleh pemerintahan Trump.

Sebuah kesepakatan tentatif telah diumumkan yang akan menjadikan raksasa Lembah Silikon Oracle mitra teknologi TikTok dan pemangku kepentingan dalam entitas baru yang disebut dengan TikTok Global.

gc/st